BERANDA BERITA CORONAVIRUS UTAMA

Surat Bos Djarum ke Jokowi Tolak PSBB Bentuk Intervensi

Robert Budi Hartono. Foto: Forbes
 

JAKARTA, hajinews.id – Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin menilai surat yang dilayangkan orang terkaya di Indonesia, Budi Hartono, kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar menolak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta merupakan bagian dari intervensi pengusaha pada penguasa.

“Itu bagian dari intervensi pengusaha pada kekuasaan agar penguasa menyetujui permintaannya,” ujar Ujang dikutip dari PojokSatu.id, Senin (14/9/2020).

Menurut Direktur Ekskutif Indonesia Political Review (IPR) itu bahwa apa yang dilakukan oleh Budi Hartono tersebut bisa juga permainan pengusaha dan kekuasaan.

Sebab, pemilik kebijakan adalah Pemprov DKI Jakarta, di mana seharusnya bos Djarum itu mengirim surat penolakan kepada Anies Baswedan. “Bisa saja itu bagian dari permainan, permainan pengusaha dan kekuasaan, atau bisa juga bos Djarum pernah investasi politik di Pilpres 2019 kemarin,” kata Ujang.

Sebelumnya, Budi Hartono yang merupakan pemilik perusahaan Djarum Grup ikut angkat bicara mengenai PSBB di DKI. Dalam suratnya kepada Presiden Jokowi, Budi Hartono mengutarakan ketidaksetujuannya dengan alasan PSBB bukan langkah yang tepat untuk menurunkan tingkat pertumbuhan infeksi Covid-19 di Jakarta.

Sementara itu, salah satu deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Muhammad Said Didu merespons sikap bos Djarum itu dengan ajakan berhenti merokok Djarum Super. Padahal, mantan Sekretaris BUMN itu adalah penikmat rokok merek Djarum Super selama 35 tahun.

Melalui akun Twitter pribadinya, @msaid_didu membagikan foto bungkusan rokok Djarum Super yang bertebaran di tong sampah. “PENGUMUMAN: Demi duka cita saya para korban Covid-19, atas protes pemilik Jarum terhadap kebijakan selamatkan nyawa rakyat Indonesia, setelah 35 tahun saya merokok DJARUM SUPER, saat ini saya nyatakan BERHENTI merokok DJARUM SUPER. Selamat tinggal,”kata Said Didu. (rah/berbagai sumber)

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: