BERITA INFO HAJI UTAMA

Kemenag Keluarkan Tiga Skema Haji 2021

skenario pemberangkatan haji 2021
Ilustrasi pemberangkatan haji (dok)
 

Jakarta, Hajinews.id,-  Kementerian Agama mengeluarkan tiga skema untuk pemberangkatan haji tahun 20201, hal ini terkait dengan pandemi Covid yang tengah melanda Indonesia dan dunia belum dapat dipastikan kapan akan berakhir.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar mengatakan bahwa dalam rangka pemberangkatan Jemaah haji tahun 2021, Kementerian Agama mempunyai tiga skema. Pertama covid 19 sudah tidak ada lagi berarti sudah normal dan kuota normal, bedanya jemaah haji yang mustinya berangkat tahun 2020 akan kita berangkatkan tahun 2021, yang berangkat 2021 mundur 2022 terkecuali kalau 2021 kita mendapatkan tambahan kuota.

Yang kedua, “Kuota dengan pembatasan yang asumsinya covid 19 masih ada dan hal ini akan terjadinya pengurangan kuota, jika diasumsikan berkurang 50% dari kuota saat ini tentu akan adanya jemaah yang mundur keberangkatannya berakibat pula daftar tunggu semakin panjang,” ucap Nizar.

Pengurangan kuota 50% bukan pengurangan biaya tapi adanya penambahan biaya, tambah Nizar, jika  diasumsikan transportasi baik udara dan darat dibayar penuh walau jumlah jemaah haji yang berangkat berkurang.

Jika pesawat mampu menampung 400 penumpang, dengan protokol kesehatan maka akan berkurang menjadi 200 orang, begitu pula bisnya baik pemberangkatan ditanah air maupun di Arab Saudi.

Protokol kesehatanpun, ujar Nizar, akan diterapkan di asrama haji, jika jemaah haji masuk asrama haji harus ada tes swab.

Jika diasumsikan ada jemaah yang covid 19 harus ada ruang isolasi.

Ketiga, Nizar mengatakan, jika wabah covid 19 bertambah parah tentunya akan ada penundaan pemberangakatan jemaah haji kembali.

Dalam menghadapi hal ini tentunya baik Kakanwil, maupun pihak lain yang berwenang perlu persiapan menghadapi kemungkinan yang akan terjadi. (kemenag/fur).

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: