BERITA DAERAH DAKWAH UTAMA VIDEO

Video Viral, Ibu-ibu Berjilbab Dibaptis di Kolam Benarkah?

ibu-ibu berjilbab dibaptis
Tangkapan layar ibu-ibu berjilbab dibaptis (dok)
 

Jakarta, Hajinews.id,- Sebuah video yang berisi dugaan pembaptisan ibu-ibu berjilbab dan anaknya di sebuah kolam atau sungai viral di media sosial. Banyak yang menanyakan apakah benar video tersebut sebagai video pemurtadan terhadap kaum muslim di Cikidang Sukabumi, Jawa Barat. Bahkan belakangan juga sudah ada yang mencoba menginvestigasi kapan dan siapa yang mengupload video itu di laman facebook.

Namun penelusuran itu masih belum klir sehingga masih menjadi tanda tanya. Sang investigator dari kanal Youtube Muslim Menjawab1 masih mempertanyakan apakah ini video bembaptisan ataukah pengobatan alternatif, atau tradisi ruwat, dengan cara menyelam untuk membuang dosa. Tapi anehnya ada seorang yang menuntutn dan berdoa dengan menyebut nama Bapa dan Isa Alaihissalam. Sementara jika benar pembaptisan, mengapa ada yang berpeci dan berjilbab. Sementara tempatnya disimpulkan bukan di Sukabumi, melainkan kemungkinan di Kalimantan. Sedangkan soal pakaian jilbab, boleh jadi sebagai hal biasa dalam konteks pemurtadan.

Video itu pernah diupload di facebook oleh seorang penginjil asal Surabaya dan tinggal di Blitar bernama dody.andriadmoko.

Netizen Yuli S Yanti yang mengkopi paste menyatakan: “Begitu cara pemurtadan di daerah Cikidang Sukabumi.Mereka tetap menyebut  nama allah untuk mengelabuhi masyarakat yang memang islam seolah tak ada beda islam dan Kristen. Bahwa mereka di jalan yang benar, sehingga banyak yang tertipu dan mereka tetap NU tapi NU Kristen, makanya mereka tetap berjilbab.”

Terlepas dari benar dan tidaknya, di Sukabumi memang banyak kasus pemurtadan. Menurut Wartapilihan.com pada 9 Januari 2018, menulis tentang beberapa kejadian antara tahun 2006-2009, antara lain adalah kasus 22 anak muslim dari pelabuhan ratu yang disekolahkan di Mardi waluyo. Terjadi juga kasus pemurtadan puluhan warga Kecamatan Cikidang melalui penipuan tawaran pekerjaan.Mereka ada yang dibawa ke Puncak, ada juga yang dibawa ke Solo.

“Tapi setelah sadar tertipu, mereka kabur sendiri dan kembali ke kampung halamannya,” cerita Ustadz Ruyani, Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi.

Sementara itu Ustadz Munzir Situmorang dalam ceramahnya yang dapat diakses di Youtube 4 Feb 2018 juga pernah menjelaskan bahwa di Sukabumi Selatan terdapat gereja yang lebih besar dari gereja katedral. Di sinilah Lembah Karmel, Pusat Katolik terbesar di Asia.

Sementara di Cianjur, (kaskus, mengutip TS ontasick ustad Munzir Situmorang, juga menegaskan kabupaten Sukabumi, Cianjur, Ciamis dan sekitarnya sejak beberapa tahun belakangan telah menjadi target kristenisasi para misionaris. Di kabupaten Cianjur, tak jauh dari tempat wisata Taman Bunga Cipanas, berdiri sebuah tempat wisata ziarah Kristen terbesar di Asia tenggara. Di tempat ini ratusan pasien setiap hari datang untuk berobat gratis untuk kemudian dimurtadkan. (fur).

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: