BERANDA BERITA HUKUM UTAMA

Pembakaran Poster Habib Rizieq Operasi Intelijen yang Dungu

(Foto istimewa)

JAKARTA, hajinews.id – Pengamat politik Rocky Gerung menilai aksi Gerakan Jaga Indonesia (GJI) yang membakar poster Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab sebagai operasi intelijen yang dungu. Akibat aksi tersebut, menurut Rocky, juga merugikan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Rocky mencermati melihat aksi tersebut tidak dipersiapkan secara matang, baik dari segi teknis maupun dampaknya. “Jadi saya anggap ini, kalau ini operasi intelijen pasti intelejen yang dungu tuh. Yang menyuruh orang demo tanpa mengatur timing, mengatur pantul baliknya apa,” kata Rocky dalam sebuah wawancara di kanal Youtube RealitaTV, Kamis (30/7/2020).

Filsuf jebolan Universitas Indonesia ini menyebut salah satu kedunguan yang sangat terlihat adalah terjadinya penyerangan terhadap Kantor PDIP di Bogor, yang mengindikasikan Megawati Soekarnoputri jadi tertuduh ke dalam rencana aksi tersebut.

“Jadi begitulah akhirnya, akhirnya yang kena getahnya Ibu Mega akhirnya tuh. Kena dituduh, dianggap ikut terlibat sehingga vilanya harus diamankan polisi, kan bodohnya begitu kan,” jelas Rocky.

Oleh karena itu, Rocky berkesimpulan aksi pembakaran poster Habib Rizieq adalah sebuah setingan intelijen yang gagal, dan tidak kontekstual dengan kondisi riil yang tengah marak diperbincangkan orang saat ini.

“Intel yang bodoh itu enggak melihat result dari peristiwa itu apa. Saya angap begitu. Karena out of the blue tiba-tiba ada demo tentang khilafah yang ngapain ini. Padahal fokus orang itu bukan pada Habib Rizieq,” terang Rocky menekankan. “Orang bahkan dalam seminggu ini lupa Habib Rizieq karena ada dinasti di Solo tuh,” tambah Rocky.

Selain Rocky Gerung, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid sebelumnya juga menyesalkan aksi  pembakaran poster Habib Rizieq sekaligus meminta pihak kepolisian memproses hukum kejadian tersebut.

“Polri harus menegakkan prinsip Indonesia sebagai negara hukum yang adil, dengan segera mengusut dan memproses secara hukum pelaku penusukan imam masjid di Pekanbaru dan oknum-oknum pelaku ujaran kebencian serta pembakaran dan perobekan baliho Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) di depan komplek parlemen Indonesia, yang sudah dilaporkan itu,” kata Hidayat Nur Wahid (HNW) dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (29/7/2020).

Dia menegaskan Polri harus menegakkan prinsip Indonesia sebagai negara hukum yang adil dengan segera mengusut dan memproses secara hukum pelaku pembakaran dan perobekan baliho Habib Rizieq.

Sementara itu Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono meminta kadernya tetap tenang pascapelemparan bom molotov ke Sekretariat Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan yang berlokasi di Kawasan Puncak, Megamendung, Kabupaten Bogor, Selasa (28/7).

“Kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Kepolisian. PDI Perjuangan Jawa Barat selalu membuka ruang dialog kepada pihak manapun untuk mendiskusikan masalah-masalah rakyat untuk diselesaikan,” kata Ono Surono dalam keterangan tertulisnya di Bogor, Selasa (28/7/2020).

Ia meminta pihak kepolisian mengusut tuntas dan menindak pelaku pelemparan bom molotov di rumah basis PAC yang dimiliki oleh Rosenfield selaku Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bogor. “Atas peristiwa tersebut, DPD PDI Perjuangan Jawa Barat mengutuk keras dan meminta kepada Pihak Kepolisian untuk melakukan proses hukum terhadap pelaku,” katanya. (rah/berbagai sumber)

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: