BERANDA BERITA INFO HAJI UTAMA

Inovasi Teknologi Terbaru Digunakan untuk Layanan Jemaah Haji

Protokol haji di masa pandemi COVID-19. (Foto: BBC)

RIYADH, hajinews.id – Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Dr. Abdul Fattah bin Suleiman Mashat, menyatakan teknologi terbaru membantu memberikan layanan yang lebih baik bagi jemaah haji. Penyelenggara haji kali ini sangat memanfaatkan perkembangan terkini teknologi di tengah pandemi Covid-19.

Dikutip dari Arab News, Jumat (31/7/2020), Mashat mengatakan untuk tahun kedua, secara berturut-turut kementerian telah menerapkan inisiatif “Kartu Pintar” yang tujuannya untuk menyediakan layanan berkualitas tinggi bagi para peziarah dan memfasilitasi perjalanan umat Muslim saat melakukan ritual mereka.

Dijelaskan, “Kartu Pintar” adalah perpanjangan dari platform “Haji Cerdas”, yang mencakup identitas digital jamaah haji.  “Dengan persyaratan tahun ini, layanan yang terkait dengan kartu tersebut telah dikembangkan,” jelas Mashat.

Di dalamnya tak hanya terdapat informasi pribadi, tetapi juga rekam medis dan akomodasi selama pelaksanaan ibadah haji. Termasuk kelompok haji, nomor bus dan kursi, akomodasi, nomor kamar dan tempat tidur. Selain itu, kartu ini membantu membimbing peziarah ke akomodasi atau hotel mereka dan mengontrol masuknya mereka ke situs suci, selain mengurangi peziarah yang tidak teratur.

Menurut Mashat, salah satu fitur paling penting dari “Kartu Pintar” adalah desainnya. Kartu ini menggunakan serangkaian kelompok warna yang terkait dengan layanan program, pengelompokan dan perpindahan jamaah . Termasuk teknologi NFC untuk membaca data haji melalui perangkat pelayanan mandiri.

Selain itu, terdapat barcode atau kode batang yang dapat dibaca oleh para petugas haji, untuk meningkatkan layanan yang diberikan kepada para peziarah.

Lebih jauh Mashat menerangkan bahwa pihak kementerian sudah mulai melakukan implementasi rencana eksekutif strategis untuk musim haji tahun ini lebih awal. Hal tersebut dilakukan setelah Kerajaan Saudi mengeluarkan keputusan melaksanakan haji dalam jumlah yang sangat terbatas.

Keputusan pembatasan diambil untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Jika dalam jumlah besar, atau kondisi normal haji, jaga jarak sosial susah untuk diimplementasikan.

“Kementerian dan semua pihak yang terkait dengan pengorganisasian musim haji tahun ini, tertarik untuk memberikan layanan terbaik bagi para peziarah sambil menerapkan standar kesehatan dan keselamatan tertinggi,” jelas dia.

Langkah-langkah pencegahan dan kehati-hatian diberlakukan selama pelaksanaan haji, sesuai dengan arahan dari Kerajaan Saudi. Kerajaan ingin memberikan layanan terbaik kepada para peziarah.

Sementara itu Asisten Menteri Kesehatan dan juru bicara resmi Kementerian Kesehatan Arab Saudi, Dr. Muhammad Al-Abdali, mengatakan tidak ada kasus COVID-19 di antara jemaah haji.

Al-Abdali mengungkapkan perkembangan tersebut dalam konferensi pers, yang dihadiri oleh juru bicara keamanan untuk Kementerian Dalam Negeri Letnan Kolonel Talal Al-Shalhoub dan Wakil Menteri Haji dan Umrah untuk Urusan Haji,, Dr. Hassan Al-Sharif, seperti dilansir Saudi Press Agency, Jumat (31/7/2020).

Talal Al-Shalhoub, dalam kesempatan itu, menyampaikan soal keamanan ritual haji dan menyoroti keberhasilannya.

Hassan Al-Sharif, sementara itu, mengucapkan terima kasih kepada Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Yang Mulia Pangeran Mahkota atas dukungan terus menerus yang mereka berikan untuk memfasilitasi jemaah haji. (rah/berbagai sumber)

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: