DAKWAH MUTIARA HIKMAH UTAMA

Hikmah Malam: Dibalik Perintah Tawaf

Jutaan Umat Islam sedang Tawaf di Masjidil Haram. (Foto/Ist)

HAJINEWS.ID,- Umat Islam banyak yang hanya mengenal Ibadah haji maupun umroh semata mata merupakan ibadah fisik, padahal banyak makna kebaikan yang tersirat maupun yang tersurat yang bisa kita ambil dalam pelaksanaan ibadah ini.

Sungguh sangat disayangkan apabila kita tidak mampu mengambil hikmah dan pelajaran dalam setiap prosesi ritual yang ada didalam rukun-rukun pelaksanaannya.

Hanya lelah saja yang akan didapatkan dan kesia-siaan. Itulah mengapa Rasululloh SAW pernah mengatakan dalam sabdanya yang terkenal
“Haji yang mabrur tiada lain balasan yang akan diperolehnya melainkan syurga.”

Di antara rukun-rukun ibadah Haji, adalah thawaf yang merupakan rukun yang tidak mudah ditangkap simbolisme yang terkandung di dalamnya. Bergerak mengelilingi Ka’bah tujuh kali, memiliki makna yang sangat dalam bagi hidup dan kehidupan setiap manusia dalam totalitas dimensinya, bukan hanya dalam konteks ritual atau kepentingan akhirat semata.

Thawaf, mengandung makna bahwa gerak hidup setiap manusia, bukanlah sekedar untuk hidup itu sendiri, melainkan segala gerak hidup itu terjadi dan menuju kepada Allah SWT. Allah SWT sebagai pusat pusaran gerak manusia, sebagai pusat orbit gerakan kehidupan manusia.

Secara singkat, simbolisasi dari tawaf berdasarkan pemaknaan di atas, adalah bahwa setiap manusia harus memiliki kesadaran yang kuat mengenai pemahaman yang benar dan lurus dari mana kehidupan ini berasal dan ke mana akan menuju, yaitu dari dan menuju Allah.

Tawaf adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dimulai dan diakhiri dari Rukun Hajar Aswad, sedangkan Ka’bah berada disebelah kiri. Ka’bah adalah pusat/kiblat ibadah umat islam. Disinilah, di baitullah ini kita menjadi tamu Allah SWT.

Putaran thawaf sebanyak 7 kali merefleksikan rotasi bumi terhadap matahari yang menandai putaran terjadinya kisaran waktu, siang dan malam, yang menunjukkan waktu, hari, bulan dan tahun.

Subhanalloh…inilah kebesaran Allah SWT, semuanya bukanlah terjadi secara kebetulan, tetapi sudah menjadi sunnatullah.

Thawaf melambangkan nilai-nilai tauhid. Dalam tawaf manusia diarahkan agar selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mendekatkan diri kepada Allah SWT bukan hanya satu kali saja, tetapi berulang kali dan setiap waktu dalam kehidupan, sebagaimana dilambangkan dalam ibadah tawaf yang dilakukan tujuh kali putaran.

Ini melambangkan agar manusia selalu mendekatkan diri kepada Allah selama tujuh hari dalam seminggu, bermakna manusia harus dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT setiap saat dan setiap hari dalam kehidupannya.

Thawaf tersebut dilakukan dengan penuh penghayatan akan kehadiran Allah SWT, berzikir , berdoa dan memohon ampun kepada-Nya.

Ini melambangkan agar setiap manusia harus selalu beribadah kepada Allah SWT dengan merasakan kehadiran-Nya dalam setiap hari, mengingat kepada-Nya, berzikir, berdoa dan memohon ampun kepada-Nya. (Dbs).

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: