BERANDA DAKWAH KHUTBAH JUMAT UTAMA

Khutbah Jumat: Momentum Qurban Meningkatkan Mental

Khutbah Idul Adha Ustadz Syukri Agam
Khutbah Idul Adha

Redaksi: Jumat kali ini bertepatan dengan Idul Adha, sehingga ada masjid yang tidak menggelar shalat jumat terutama di zona merah covid-19. Meski demikian kebanyakan tetap menggelar Jumatan, meski paginya menggelar shalat Jumat. Berikut adalah khutbah Jumat yang menekankan makna Idul Kurban dalam konteks sosial terkini.

Khutbah Pertama.

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. اَمَّا بَعْدُ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah Robbul’izzati, Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya.

Mengawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita senantiasa bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin yang berbahagia,

Gemuruh takbir, tahlil, tahmid dan tasbih berkumandang seantero dunia mulai dari magrib malam idul adha dan akan diteruskan tiga hari kedepan. Kita bertakbir karena yang maha besar itu hanya Allah. Kita bertahlil karena Tuhan yang sebenar-benarnya Tuhan adalah Allah. Kita bertahmid karena yang berhak dipuji hanya Allah. Dan kita bertasbih karena yang maha suci itu adalah Allah. Inilah empat kalimat pokok sebagai pengakuan yang tulus untuk membasmi segala keangkuhan, kedengkian, kesedihan, keputusasaan dan keraguan yang terkadang kerap kali menodai kesucian jiwa dan kejernihan akal pikiran kita.

Betapa kalimat-kalimat suci ini mengetuk pintu hati kita agar benar-benar sadar, sesungguhnya kita adalah makhluk hina tidak mengerti apa-apa. Kita bisa melihat, bergerak, berjalan, menikmati indahnya dunia karena kebaikan Allah yang diberikan kepada kita. Maka amat sangat disayangkan kalau kalimat-kalimat agung itu tidak meresap dan merasuk kedalam jiwa. Kalimat-kalimat ini sangat berat timbangannnya kelak di akherat, bahkan dikatakan jika ditimbang dengan bumi beserta isinya maka masih lebih berat kalimat-kalimat tersebut. Rasulullah SAW bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ (رواه البخاري)

Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ada dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan, dan dicintai Allah yang Maha Rahman, yaitu Subhaanallahul ‘azhiim dan Subhanallah wabihamdihi.” (HR. Bukhari)

Untuk memantapkan ke empat kalimat suci tersebut, sehingga menjadi kalimat yang kokoh tidak tergoyahkan walau badai kehidupan sebesar apapun menimpa, maka kita harus selalu menuntun hidup kita dengan ayat-ayat Allah dalam Al Quran sebagai pedoman dan petunjuk terbaik dalam hidup di dunia. Ibarat kuda jika ingin kuda itu ditaruh disebuah tempat, harus diikat dengan ikatan yang kuat sehingga tidak lari kemana-kemana.

Diantara ayat Al Quran sebagai pengikat yang sangat kuat agar kalimat tersebut benar-benar istiqomah bersemayam di dalam hati adalah tiga ayat yang terdapat dalam surah Al Kautsar yaitu :

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ . فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ . إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

Artinya : “Sesungguhnya kami Telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka Dirikanlah shalat Karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus”. (QS Al Kautsar 1-3).

Dalam ayat tersebut dikatakan sesungguhnya Allah memberikan nikmat yang banyak. Diantara nikmat yang banyak itu, yang paling tinggi adalah nikmat iman dan diantara upaya kita untuk terus memperkokoh keimanan didalam hati adalah dengan banyak membaca empat kalimat tersebut. Karena keempat kalimat itu adalah kalimat suci yang akan mensucikan jiwa manusia, sehingga dari jiwa yang suci itu akan muncul kualitas iman yang kokoh, dari iman yang kokoh akan berbuah taqwa. Inilah nikmat tertinggi yang wajib kita syukuri.

Dan wujud syukur yang paling utama, disamping kita banyak mengucapkan Alhamdulillah, juga disempurnakan dalam amaliyah shalat lima waktu ditambah shalat sunnah lainnya. Shalat itu mengaktifkan seluruh unsur yang ada dalam tubuh kita. Lisan kita membaca kalimat suci, pikiran tertuju untuk memahami, hati menghayati setiap bacaan dan seluruh tubuh digerakkan untuk menyembah Allah ‘azza wajalla.

Inilah ibadah yang paling banyak dilakukan oleh junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW, sehingga istri beliau yang bernama ‘Aisyah sedikit protes tentang ibadah shalat beliau yang sangat lama dan dalam jumlah rakaat yang banyak. “Wahai baginda, surga sudah dijamin oleh Allah, karena engkau adalah kekasih-Nya.

Kalau boleh saya sarankan, janganlah memaksakan diri beribadah shalat, berdoa dan membaca istigfar sebanyak ini.”

Maka Rasulullah dengan tawaddhu menjawab; “Afala akuunu ‘abdan syakuura artinya aku melakukan hal ini adalah sebagai tanda syukurku kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan kepadaku”. Demikian kurang lebih makna bebasnya (Bahar Al Anwar, jilid 10 hal. 40).

Demikian besar nikmat Allah terus menerus tercurah kepada kita, jika dihitung dengan alat komputer secanggih apapun, niscaya kita tidak akan pernah mampu menghitungnya. Maka disamping kita diperintahkan untuk shalat sebagai tanda syukur, juga kita diperintahkan untuk melakukan qurban.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, rahimakumullah.

Qurban itu terbagi menjadi tiga yaitu qurban harta, jiwa dan raga. Qurban dalam bentuk harta, kita menyisihkan sebagian rizqi kita untuk membeli seekor kambing, sapi atau unta sebagai wujud syukur kepada Allah atas nikmat rizqi yang begitu banyak tercurah kepada kita. Qurban jenis ini dilakukan oleh orang-orang tertentu yang mampu melaksanakannya. Bahkan Nabi mengancam jika ada orang yang mampu berqurban kemudian tidak dilaksanakannya, maka dia tidak pantas mendekati masjid atau mushalla (HR. Ahmad)

مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا

Selanjutnya qurban dalam bentuk jiwa yaitu qurban yang bersifat non materi. Qurban jenis ini tidak tertentu waktunya kapapun kita bisa berqurban. Qurban jiwa adalah jiwa kita harus rela melakukan apa saja demi kemaslahatan bersama, jiwa itu adalah ketulusan, kesabaran dan keistiqomahan.

Qurban tenaga adalah kita kerahkan tenaga kita penuh semangat untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, sehingga keberadaan kita menjadi sangat bermakna ditengah-tengah masyarakat.

Sebagai penutup dari surah Al Kautsar, dijelaskan bahwa orang-orang yang memiliki watak pembenci, pasti akan terputus nilai rahmat dan berkah dari Allah.

Inilah mentalitas seorang hamba Allah yang tangguh, walaupun dibenci, dimusuhi, diancam, dihina, difitnah tetap tegar jiwanya, senantiasa bersabar dan berlapang dada, tetap berada pada jalan yang lurus, karena yaqin sesungguhnya Allah selalu bersama dimanapun berada.

Sebaliknya orang-orang yang berhati jahat yang selalu membenci dan memusuhi akan mendapatkan kerugian yang nyata yaitu terputusnya nilai berkah dan rahmat Allah. Sehingga apapun yang mereka usahakan tidak bernilai apa-apa sia-sia dihadapan Allah.

Ini menjadi peringatan keras bagi siapapun yang didalam hatinya ada kebencian, hidupnya tidak akan menemukan kedamaian. Hatinya terhimpit dan tertekan oleh kebusukan hatinya. Semoga kita terhindar dari keadaan hati yang rusak seperti ini. Maka melalui momentum idul adha hari ini, kita bersama-sama mengingat segala nikmat Allah kemudian kita syukuri dengan syukur yang sebenarnya melalui ucapan Alhamdulillah, kemudian disempurnakan dengan memperbanyak shalat dan berqurban dengan penuh ikhlas.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ ِللهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ. اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ وَ كَفَرَ. وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ وَ حَبِيْبُهُ وَ خَلِيْلُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَ الْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَ سَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

اَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ الله اِتَّقُوْا الله وَ اعْلَمُوْا اَنَّ الله يُحِبُّ مَكَارِمَ الْأُمُوْرِ وَ يَكْرَهُ سَفَاسِفَهَا يُحِبُّ مِنْ عِبَادِهِ اَنْ يَّكُوْنُوْا فِى تَكْمِيْلِ اِسْلَامِهِ وَ اِيْمَانِهِ وَ اِنَّهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفَاسِقِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَ سَلَّمْتَ وَ بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى اَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ وَ قَاضِيَ الْحَاجَاتِ. اَللَّهُمَّ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْهَدَيْتَنَا وَ هَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا لَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ اَمَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَ ذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا. رَبَّنَا اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ, اِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَ الْإِحْسَانِ وَ اِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنْكَرِ وَ الْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْا الله الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَ لَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ. وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ .

Bekasi, 8 Dzulhijjah 1441 H/29 Juli 2020 M

Penulis : Marolah Abu Akrom

 

Facebook Comments

Tambah Komentar

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: