BERANDA DAKWAH MUTIARA HIKMAH UTAMA

Hikmah Malam: Membayar Dam Haji

HAJINEWS.ID,- Jika anda melakukan ibadah haji dan dan ternyata ada salah satu kewajiban yang tertinggal, maka  agar haji tetap sah harus membayar dam.

Menurut  bahasa  dam berarti  darah.  Membayar dam  adalah  amalan  ibadah  yang  wajib  dilakukan  oleh orang yang melakukan ibadah haji atau umrah akibat sebab-sebab  tertentu,  baik sebagai  konsekuensi  dari suatu  ketentuan tata cara beribadah haji yang dipilih oleh  jamaah  (tamattu’  dan qirān)  atau  akibat suatu pelanggaran yang  dilakukannya karena  meninggalkan sesuatu yang   diperintahkan   atau   justru menger-jakan  sesuatu  yang  diharamkan  dalam  ibadah haji dan umroh.

Hikmah yang harus dipahami  dari syariat membayar dam  ini  adalah  bahwa  ibadah  haji  tak ubahnya  jihad  menegakkan  agama  Allah  SWT,  yang di  dalamnya  sangat  wajar  jika  darah  syahid  mengalir sebagai akibat  dari jihad   itu.

Menegakkan   agama dengan  jihad  berarti  membela  iman  kepada  Allah  SWT  dan  pada   gilirannya   mengangkat   keyakinan bahwa  “hidup dan mati adalah karena Allah, termasuk mati dengan mengeluarkan darah”.

Bagi Jamaah Indonesia, biasanya beribadah haji dengan cara haji tamattu diwajibkan untuk membayar dam atau denda.

Ibadah haji jenis ini, pada intinya setelah ihram, jemaah melaksanakan umrah wajib. Ihram –bersama ketentuan mengikat yang menyertainya– kemudian dilepas hingga puncak haji. Jemaah baru kembali berihram ketika wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, jumrah aqabah, dan tawaf ifadah.

Adapun ketentuan membayar dam bisa langsung ke pasar hewan beli kambing lalu disembelih di tanah haram. Ada pula yang diorganisir.

Beli Kupon Resmi

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), merekomendasikan jemaah haji untuk membayar dam dengan membeli kupon pembayaran dam yang disediakan Kerajaan Arab Saudi. Kupon yang dijual kantor pos Saudi ini dipatok senilai 475 real.

Pembayarannya dapat dilakukan di konter yang disebar di setiap sektor. Dengan cara ini, jemaah tak perlu repot-repot ke pasar hewan dan tempat penyembelihan. Kondisi fisik jemaah bisa tetap terjaga mengingat puncak haji menanti di tanggal 9 Dzulhijah. (Fur).

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: