BERANDA BERITA BISNIS UTAMA

PLN Terancam Kolaps Terlilit Utang, Said Didu: Selamat Menikmati

Muhammad Said Didu. (Foto Kumparan)

JAKARTA, hajinews.id – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, tak heran dengan kabar buruk dari PT PLN (Persero) yang menghadapi kinerja keuangan yang berat dan terancam kolaps lantaran utang pemerintah senilai Rp 45,42 triliun ke perusahaan belum juga dibayar.

Bagi Said Didu kabar perusahaan pelat merah seperti PLN dengan keuangan yang buruk bukanlah hal yang mengejutkan. Sebab, kata dia, pengelolaan perusahaan BUMN benar-benar salah arah sejak tahun 2016 di mana banyak penugasan yang tidak tepat atau tidak layak.

“Masalah di BUMN diawali oleh berbagai kebijakan yang salah sejak 2016 dengan banyaknya penugasan yang tidak layak,” kata Said Didu dalam cuitan di akun Twitter, Ahad (26/7/2020).

Bahkan Said Didu memperkirakan ancaman kolaps karena utang tersebut tidak hanya terjadi pada PLN saja. “Selamat menikmati. Perkiraan saya masalah yang sama akan terjadi di beberapa BUMN besar yang lain,” ujar Said Didu.

Terkait dengan masalah keuangan PLN itu berasal dari kompensasi tarif selama 2 tahun karena kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak menaikkan tarif listrik.

Tidak hanya utang pemerintah, PLN juga terancam kolaps karena terlilit utang hingga Rp 500 triliun, akibat kebiasaan perusahaan mencari pinjaman Rp 100 triliun setiap tahun selama lima tahun terakhir. Utang tersebut untuk membiayai proyek kelistrikan 35.000 MW yang merupakan penugasan pemerintah sejak 2015.

Sekretaris Kabinet era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Dipo Alam, menyebut tugas Erick Thohir sebagai Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi semakin berat. Sebab, dia harus membagi fokus di samping mengurus utang BUMN, juga memitigasi kesehatan dan perekonomian secara beriringan. “Saya memang agak terganggu, saya tidak yakin, walaupun saya yakin Pak Erick adalah memang smart pengusaha sukses (bisa mengatasi keduanya),” ujar Dipo di Jakarta, Sabtu (25/7).

Dipo menyarankan sebaiknya Erick Thohir fokus terhadap kinerja dan penanganan BUMN saja. Sebab, jika dilihat utang BUMN sendiri sebetulnya sudah diingatkan jauh-jauh hari oleh Economic Co-operation and Development (OECD). Nyatanya pada hari ini utang BUMN tengah ramai disorot. (rah/berbagai sumber)

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: