BERANDA DAKWAH

Pengadilan Akhirat : Penampakan Amal (Bag.5)

Pengadilan Akhirat : Penampakan Amal (Bag.5)

Oleh : Syaikh Mahir Ahmad

Kesaksian Para Rasul atas Kaum dan Umat Mereka

Ini merupakan kesaksian yang paling agung dan paling besar. Para rasul lebih berhak-dan lebih utama untuk memberikan kesaksian yang benar atas umat mereka. Sebab,Allah telah meridhai serta memilih dan mengkhususkan serta menjadikan mereka-sebagai para utusan antara Allah dan seluruh umat manusia. Maka mereka lebih-berhak untuk memberikan kesaksian serta yang paling jujur dalam memberikannya-dibandingkan makhluk lain. Allah juga telah memberikan keterangan mengenai-kenyataan kesaksian-kesaksian tersebut dalam kitab suci-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan bagaimanakah (keadaan orang kafir nanti), jika Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari setiap umat dan Kamimendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka.”

“Pada hari itu, orang yang kafir dan orang yang mendurhakai Rasul (Muhammad), berharap sekiranya mereka diratakan dengan tanah (dikubur atau hancur luluh menjadi tanah), padahal mereka tidak dapat menyembunyikan sesuatu kejadian apa pun dari Allah.”(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 41-42)

Sesungguhnya, salah satu kondisi yang sangat memberatkan ialah tatkala ada saksi yang memberatkanmu. Dia memberikan kesaksian atas perbuatan jahat dan perbuatanmu yang mungkar serta menghinakanmu di depan persidangan dan orang banyak. Bagaimana jika kesaksian tersebut diberikan di hadapan Allah serta di depan milyaran manusia, yang mereka semua bisa mendengar kesaksian ini, yang akan menghinakan seluruh umat yang kafir, musyrik, dan sesat?

Mereka semuanya mengangankan andai mereka diubah menjadi tanah bumi. Serta agar mereka dihancurkan dan dileburkan bersama tanah sehingga bisa bercampur menjadi satu.Hal itu supaya mereka tidak berdiri di tempat ini, yang mereka dihinakan karena kekafiran mereka di hadapan Allah Yang Maha-agung. Kini mereka bisa merasakan keagungan serta kebesaran dan kekuatan-Nya dengan adanya tempat ini.

Allah Subhahu wa Ta’ala berfirman:

وَيَوْمَ نَـبْعَثُ فِيْ كُلِّ اُمَّةٍ شَهِيْدًا عَلَيْهِمْ مِّنْ اَنْفُسِهِمْ وَجِئْنَا بِكَ شَهِيْدًا عَلٰى هٰۤؤُلَآ ءِ ۗ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْـكِتٰبَ تِبْيَا نًا لِّـكُلِّ شَيْءٍ وَّ هُدًى وَّرَحْمَةً وَّبُشْرٰى لِلْمُسْلِمِيْنَ

“Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami bangkitkan pada setiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan engkau (Muhammad) menjadi saksi atas mereka. Dan Kami turunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (muslim).”.(QS. An-Nahl 16: Ayat 89)

Kesaksian ini merupakan keadilan mutlak dari Allah. Allah akan mengutus kepada setiap umat seorang saksi dari kalangan mereka sendiri agar bisa menjadi argumen yang tak terpatahkan atas mereka. Sebab, setiap nabi lebih tahu akan tindak-tanduk kaumnya serta apa saja yang mereka perbuat terhadap rasulnya dan risalah Rabbnya.

‼ Kesaksian yang paling kuat ialah kesaksian seorang kepala keluarga atas istrinya. Untuk lebih memperkuat kesaksiannya maka kesaksiannya diucapkan empat kali ketika masih di dunia. Lantas, bisa kita bayangkan, bagaimana dengan di akhirat kelak.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَيَوْمَ نَـبْعَثُ مِنْ كُلِّ اُمَّةٍ شَهِيْدًا ثُمَّ لَا يُؤْذَنُ لِلَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُوْنَ

“Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami bangkitkan seorang saksi (rasul) dari setiap umat, kemudian tidak diizinkan kepada orang yang kafir (untuk membela diri) dan tidak (pula) dibolehkan memohon ampunan.” (QS. An-Nahl 16: Ayat 84)

Maka tidak akan diberikan izin kepada mereka. Maksudnya kepada orang-orang kafir dalam memberikan alasan. Selain itu, tidak akan ada argumen dan alasan yang akan diterima.Bahkan, mereka ialah orang-orang yang terhina.Mata mereka tidak berkedip. Mereka-mendoakan diri mereka dengan kehancuran dan celak

Ibnu Mas’ud meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:

“Bacakanlah (Al-Qur’an) untukku!” Aku pun berkata, “Wahai Rasulullah, apakah aku akan membacakan untukmu sedangkan kepadamu (Al-Qurhn) diturunkan?”

Beliau bersabda, “Benar.” Ibnu Mas’ud berkata, “lalu aku membacakan surat An-Nisa’ hingga sampai pada ayat, “…Apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat….” Maka, beliau bersabda “Cukup, cukup!” Maka, ketika aku menoleh kepada beliau tiba-tiba kedua matanya berlinangan air mata. (HR Bukhari no.4662 dan Tirmidzi no. 2951)

Al-Allamah An-Nasifi dalam menafsirkan hadits yang mulia ini mengatakan, “Maksudnya ialah menjadi saksi atas keimanan orang yang beriman serta bersaksi atas orang yang kafir dengan kekafiran mereka dan orang munafik dengan kemunafikan mereka.”

Pemanggilan Para Sekutu Selain Allah

Ketika masih hidup di dunia terjadi perdebatan yang cukup sengit antara para nabi dan kaum mereka. Mereka menganggap Allah memiliki sekufu, teman, anak-Mahasuci Allah dan Mahatinggi atas segala apa yang mereka sekutukan-atau sesembahan yang mereka sembah selain Allah.

Bahkan, pertentangan antara para nabi dan kaumnya yg musyrik ada yang sampai taraf mandul. Sehingga hidayah apa pun takkan marnpu menunjuki mereka, begitu pula dengan bimbingan dan nasihat, serta keterangan logis yang masuk akal juga tak mempan.

Adapun ayat yang membahas mengenai masalah khusus ini amat banyak terdapat-dalam kitab suci AlQur’an yang membicarakan seputar masalah syirik dan sesembahan serta kekafiran dan orang-orang kafir.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan orang-orang Yahudi berkata, Uzair putra Allah, dan orang-orang Nasrani berkata, Al-Masih putra Allah. Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?”

“Mereka menjadikan orang-orang alim (Yahudi), dan rahib-rahibnya (Nasrani) sebagai Tuhan selain Allah, dan (juga) Al-Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan selain Dia. Maha Suci Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 30-31)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang-orang yang menyembah selain Allah, (sembahan) yang tidak dapat memperkenankan (doa)nya sampai hari Kiamat, dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka?”

“Dan apabila manusia dikumpulkan (pada hari Kiamat), sesembahan itu menjadi musuh mereka, dan mengingkari pemujaan-pemujaan yang mereka lakukan kepadanya.” (QS. Al-Ahqaf 46: Ayat 5- 6)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin sekutu-sekutu Allah, padahal Dia yang menciptakannya (jin-jin itu), dan mereka berbohong (dengan mengatakan), Allah mempunyai anak laki-laki dan anak perempuan, tanpa (dasar) pengetahuan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka gambarkan.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 100)

Selain itu, masih banyak lagi ayat yang menjelaskan kesyirikan serta kekafiran-orang-orang kafir dan musyrik. Jika telah datang janji akhirat dan manusia telah berkumpul tiap umat satu per satu dalam posisi berlutut yang menambah kehinaan dan kerendahan mereka maka Allah akan memanggil orang-orang kafir dan musyrik.

Agar memanggil di tengah-tengah perhimpunan agung ini, orang-orang yang mereka sembah dan sekutukan serta menjadikan mereka sebagai tandingan bagi Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya (niscaya mereka menyesal).” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 165)

Tatkala orang-orang musyrik telah melihat azab Allah pada hari kiamat dengan mata hati yang sebelumnya ketika masih di dunia mereka butakan dari melihat kebenaran maka Allah akan memanggil mereka untuk mendatangkan sekutu yang-disembahnya. Allah telah-berfirman menerangkan apa yang akan terjadi pada hari kiamat nanti. Selain itu, bagaimana Allah memanggil mereka agar mereka-memanggil sekutu mereka yang sebelumnyatelah disembahnya ketika masih di dunia dan mereka lebih-lebihkan daripadaAllah, agar mau menyelamatkan dari azab dankehinaan yangtengah mereka alami.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan (ingatlah), pada hari ketika Kami mengumpulkan mereka semua, kemudian Kami berfirman kepada orang-orang yang mempersekutukan Allah, Di manakah sembahan-sembahanmu yang dahulu kamu sangka (sekutu-sekutu Kami)?”

“Kemudian tidaklah ada jawaban bohong mereka, kecuali mengatakan, Demi Allah, ya Tuhan kami, tidaklah kami mempersekutukan Allah.”

“Lihatlah, bagaimana mereka berbohong terhadap diri mereka sendiri. Dan sesembahan yang mereka ada-adakan dahulu akan hilang dari mereka.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 22-24)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan (ingatlah) pada hari (ketika) itu Kami mengumpulkan mereka semuanya, kemudian Kami berkata kepada orang yang menyekutukan (Allah), Tetaplah di tempatmu, kamu dan para sekutumu. Lalu Kami pisahkan mereka dan berkatalah sekutu-sekutu mereka, Kamu sekali-kali tidak pernah menyembah kami.”

“Maka cukuplah Allah menjadi saksi antara kami dengan kamu sebab kami tidak tahu-menahu tentang penyembahan kamu (kepada kami).” (QS. Yunus 10: Ayat 28-29)

Dalam ayat suci ini disebutkan, orang-orang yang dijadikan sekutu oleh orang musyrik akan berlepas diri dari mereka. Mereka juga akan bersumpah dan bersaksi kepada Allah bahwa mereka lalai terhadap ibadah yang dilakukan orang musyrik.Sebab, orang musyrik tersebut menyembahnya hanya karena melanjutkan tradisi nenek moyangnya tanpa memikirkan dan menyaringnya terlebih dahulu.

Setiap nabi jika menanyakannya kepada mereka, maka akan selalu dijawab dengan kata-kata “Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan hal itu. Dan kami pun menyembah apa yang disembah nenek moyang kami.” Bahkan mereka sampai mengancam akan membunuh Nabi mereka jika ia terus menerus berusaha menghalangi mereka untuk beribadah sebagaimana yang dilakukan nenek moyangnya.

Hal itu disebabkan yang mereka sembah selain Allatu baik yang berupa patung mauPun berhala memiliki asal dan nenek moyang di dunia yang dahulunya mereka adalah orang-org yang salih.

Berita Terkait

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَ قَا لُوْا لَا تَذَرُنَّ اٰلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَّلَا سُوَا عًا ۙ وَّ لَا يَغُوْثَ وَيَعُوْقَ وَنَسْرًا ۚ

“Dan mereka berkata, Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwa’, Yagus, Ya’uq, dan Nasr.” (QS. Nuh 71: Ayat 23)

Ibnu Katsir dan Ibnu Jarir dari Muhammad bin Qais berkata, ‘(Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr)mereka dahulu merupakan orang-orang yang saleh yang hidup di masa-antara Nabi Adam dan Nabi Nuh,dahulu mereka memiliki pengikut yang selalu mengikuti mereka. Ketika mereka semua telah meningal, berkatalah teman-teman yang dulu mengikutinya, ‘Seandainya kita menggambarnya, niscaya akan lebih memacu kita dalam beribadah.’Maka mereka pun menggambarnya. Tatkala mereka mati dan datang generasi yang lain, maka iblis datang kepada mereka dan mengatakan’sesungguhnya nenek moyangmu dahulu menyembahnya dan meminta hujan kepadanya.’ Mereka pun-menyembahnya.

Maka, mereka akan berlepas diri dari-peribadatan orang-orang musyrik terhadap-mereka. Sebab, mereka ialah orang yang saleh kalau dilihat dari diri mereka sendiri serta-mereka lalai dan tidak mengetahui sama sekali apa yang terjadi setelah kematiannya.

Allah-lah Yang Mahatahu akan hal itu.”

Kemudian Allah akan memerintahkan mereka untuk memanggil sesembahan mereka berulang-ulang untuk menambah penderitaan penyesalan, kekecewaaru dan rasa sakit yang mereka rasakan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan (ingatlah) pada hari ketika Dia (Allah) menyeru mereka dan berfirman, Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kamu sangka?”

“Orang-orang yang sudah pasti akan mendapatkan hukuman berkata, Ya Tuhan kami, mereka inilah orang-orang yang kami sesatkan itu; kami telah menyesatkan mereka sebagaimana kami (sendiri) sesat, kami menyatakan kepada Engkau berlepas diri (dari mereka), mereka sekali-kali tidak menyembah kami.”

“Dan dikatakan (kepada mereka), Serulah sekutu-sekutumu, lalu mereka menyerunya, tetapi yang diseru tidak menyambutnya, dan mereka melihat azab. (Mereka itu berkeinginan) sekiranya mereka dahulu menerima petunjuk.” (QS. Al-Qasas 28: Ayat 62-64)

Maka, bacalah kembali akhir dari ayat-ayat tersebut, “Sekiranya mereka dahulu menerima petunjuk.” Alangkah agungnya Allah dan Maha Pengasihnya Allah kepada hamba-Nya. Sebab, Allah tidaklah menghendaki atas hamba-Nya selain hanya kebaikan dan hidayah.

Mereka orang-orang yang telah menyekutukan-Nya, menentang-Nya, dan mati dalam keadaan musyrik. Akan tetapi, Allah tetap berfirman atas mereka, “Sekiranya mereka dahulu menerima petunjuk” tentu mereka tidak akan merasakan apa yang hari ini telah mereka rasakan. Tentu saja mereka tidak akan masuk nerakaJahannam dan kekal di dalamnya. Namun, mereka memilih dengan kebebasan dan kemauan mereka.Mereka memilih kekafiran dan kemusyrikan dibandingkan memilih keimanan. Dan seperti inilah kondisinya.

Semakin lama akan semakin bertambah penderitaan dan siksaan bagi orang kafir,musyrik, dan sesat. Akan senantiasa bertambah azab, sakit, kerugian serta penyesalan yang akan memutuskan perut, akan mencabik jiwa, dan menghinakan kehormatan mereka.

Pembersihan Nama Para Malaikat

Di dunia ini orang-orang kafir dan musyrik telah mengaku dan mendakwa para malaikat perempuan dan bukan laki-laki. Allah telah mengancam mereka bahwa kesaksian mereka terhadap malaikat seperti ini akan ditulis dan akan ditanyakan kepada mereka kelak pada hari kiamat.

Bahkan, Allah telah mengategorikan kesaksian palsu atas malaikat yang menyatakan bahwa mereka perempuan menjadi salah satu perkara yang sangat besar dan teramat sangat keji. Sebab, mereka mengatakan tentang Zat Allah tanpa ilmu.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

اَفَاَ صْفٰٮكُمْ رَبُّكُمْ بِا لْبَـنِيْنَ وَ اتَّخَذَ مِنَ الْمَلٰٓئِكَةِ اِنَا ثًا ۗ اِنَّكُمْ لَتَقُوْلُوْنَ قَوْلًا عَظِيْمًا

‼ “Maka apakah pantas Tuhan memilihkan anak laki-laki untukmu dan Dia mengambil anak perempuan dari malaikat? Sungguh, kamu benar-benar mengucapkan kata yang besar (dosanya).” (QS. Al-Isra’ 17: Ayat 40)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَجَعَلُوا الْمَلٰٓئِكَةَ الَّذِيْنَ هُمْ عِبَا دُ الرَّحْمٰنِ اِنَا ثًا ۗ اَشَهِدُوْا خَلْقَهُمْ ۗ سَتُكْتَبُ شَهَا دَتُهُمْ وَيُسْئَــلُوْنَ

“Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat hamba-hamba (Allah) Yang Maha Pengasih itu sebagai jenis perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan (malaikat-malaikat itu)? Kelak akan dituliskan kesaksian mereka dan akan dimintakan pertanggungjawaban.” (QS. Az-Zukhruf 43: Ayat 19)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Maka tanyakanlah (Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekah), Apakah anak-anak perempuan itu untuk Tuhanmu sedangkan untuk mereka anak-anak laki-laki?”

“Atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan sedangkan mereka menyaksikan(nya)?”

“Ingatlah, sesungguhnya di antara kebohongannya mereka benar-benar mengatakan,”

“Allah mempunyai anak. Dan sungguh, mereka benar-benar pendusta,”

“apakah Dia (Allah) memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak laki-laki?” (QS. As-Saffat 37: Ayat 149-153)

Tampaklah kebohongan orang-orang yang mengaku-aku bahwa Allah telah menjadikan malaikat berjenis perempuan. Kelak pada hari kiamat, mereka akan menyaksikan langsung siapa malaikat. Pada hari itu, tidak akan ada kabar gembira bagi orang-orang kafir dan musyrik. Sehingga, tampaklah bagi mereka kebohongan apa yang selama ini mereka dakwakan kepada Allah secara zalim dan dilandasi karena permusuhan.

Adapun mengenai berlepas dirinya para malaikat yang selama ini telah dijadikan sesembahan selain Allah oleh orang kafir dan musyrik, Allah akan membersihkan nama baikmereka dan menyatakan bahwa mereka sama sekali tak ada hubungannya dengan perbuatan syirik itu. Allah akan-menyampaikannya di depan mata dan-pendengaran seluruh makhluk yang berkumpul-di padang Mahsyar, bahwa sesungguhnya Para malaikat tidaklah mempunyai kesalahan dan dosa atas perbuatan yang telah dilakukan-orang kafir selama di dunia.

Maka para malaikat akan berlepas diri dari orang-orang musyrik dan Allah akan menyatakan kesucian mereka dari tuduhan yang dilakukan manusia tersebut. Sebab,di antara para malaikat ada yang menjadi utusan dan perantara yang menghubungkan antara Allah dengan manusia di bumi.

Selain itu, ada yang bertugas khusus turun ke bumi untuk mendampingi setiap makhluk bumi, yaitu dua malaikat yang duduk di samping kiri dan kanan. Maka, banyak malaikat yang-tugasnya selalu bersinggungan dengan-manusia di bumi. Dan agar mereka bisa mendapatkan jaminan kesucian dari Allah, maka peristiwa ini harus dilakukan di hadapan seluruh makhluk.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Dia berfirman kepada para malaikat, Apakah kepadamu mereka ini dahulu menyembah?”

“Para malaikat itu menjawab, Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu.”

“Maka pada hari ini sebagian kamu tidak kuasa (mendatangkan) manfaat maupun (menolak) mudarat kepada sebagian yang lain. Dan Kami katakan kepada orang-orang yang zalim, Rasakanlah olehmu azab neraka yang dahulu kamu dustakan.” (QS. Saba’ 34: Ayat 40-42)

Bahkan, mereka orang-orang kafir ketika hidup di dunia juga telah menuduh Allah dengan mengatakan, sekiranya Allah menghendaki tentu saja mereka tidak akan menyembah para malaikat. Maka perbuatan syirik yang mereka lakukan tersebut merupakan kehendak dari Allah. Kita berlindung kepada Allah dari perkataan yang sangat jahat ini.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat hamba-hamba (Allah) Yang Maha Pengasih itu sebagai jenis perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan (malaikat-malaikat itu)? Kelak akan dituliskan kesaksian mereka dan akan dimintakan pertanggungjawaban.”

“Dan mereka berkata, Sekiranya (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki, tentulah kami tidak menyembah mereka (malaikat). Mereka tidak mempunyai ilmu sedikit pun tentang itu. Tidak lain mereka hanyalah menduga-duga belaka.” (QS. Az-Zukhruf 43: Ayat 19-20)

Disebutkan dalam kitab tafsir Ibnu Katsir dalam menerangkan dua ayat dari surat Saba’ ini, beliau mengatakan, “Sesungguhnya Allah akanmenggetok kepala orang-orang musyrik pada hari kiamat kelak di depan seluruh makhluk-menanyakan kepada para malaikat yang dahulu dituduh orang musyrik bahwa mereka-menyembah tandingan-tandingan dan sekutu Allah yang digambarkan seperti malaikat ialah untuk lebih mendekatkan mereka kepada Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Dia berfirman kepada para malaikat, Apakah kepadamu mereka ini dahulu menyembah?”

Maksudnya, apakah kalian yang menyuruh mereka untuk menyembah kalian sebagaimana yang Allah firmankan dalam surat Al-Furqon. Yaitu, firman Allah yang berbunyi, ‘…Apakah kalian yang telah menyesatkan hamba-hamba-Ku ataukah mereka sendiri yang sesat jalannya?’

Maka, seperti inilah jawaban para malaikat ‘…Mahasuci Engkau…’Maksudnya, Engkau Mahatinggi dan Mahasuci dari adanya sesuatu yang menjadi Ilah selain-Mu

‘…Engkaulah wali pelindung kami dari kejahatan mereka…’Maksudnya, bahwa kami hanyalah hamba-Mu dan kami berlepas diri kepada-Mu dari perbuatan mereka. ‘…Akan tetapi mereka menyembah jin

Mereka melaknat setan sebab setanlah yang telah menghias dan memoles penyembahan terhadap berhala serta setanlah yang telah menyesatkan orang-orang tersebut. Maka Allah berfirman dalam Al-Qur’an, ‘Maka hari ini sebagian dari kalian tidak akan ada yang memiliki manfaat maupun bahaya bagi sebagiannya lagi…’ Maksudnya kalian tidak akan mendapatkan manfaat apa pun dari yangselama ini kalian harapkan akan memberimu manfaat serta pertolongan pada hari ini dari berhala-berhala dan tandingan-tandingan yangmana kalian telah menyimpan peribadatan-kepada mereka untuk menghadapi kesengsaraan dan penderitaanmu pada hari ini

Hari ini mereka sama sekali tidak berhak memberimu manfaat keuntungan dan bahaya. Seperti inilah kita memperoleh gambaran nyata bagaimana orang-orang kafir akan berpindah-pindah dari satu tingkatan menuju tingkatan yang lain dan dari satu pengakuan kepada pengakuan dosa yang lain.

Sementara mereka akan semakin bertambah sedih dan rasa sakit mereka akan bertambah pedih. Begitu pula, dengan penyesalan dan kerugian mereka, akan semakin bertambah banyak. Sebab, tiada satu pun yang akan menolong mereka tidak akan ada sekutu mereka yang akan membantu dan membela mereka, serta tiada lagi keyakinan yang selama ini mereka yakini di dunia yang akan menjadi sandaran argumen mereka.”

Facebook Comments
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Tinggalkan Komentar