BERANDA DAKWAH

Empat Golongan Manusia

EMPAT GOLONGAN MANUSIA

Di terjemahkan oleh : Abu Sufyan Al Makassary.

Allah Jalla Jalaaluhu berfirman :

{تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ} .

Artinya : “Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa”. (Al Qoshos: 83)

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullaah :

● فَإِنَّ النَّاسَ أَرْبَعَةُ أَقْسَامٍ – ،

“Sesungguhnya manusia ada empat kelompok :

Kelompok pertama :

( يُرِيدُونَ الْعُلُوَّ عَلَى النَّاسِ وَالْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ وَهُوَ مَعْصِيَةُ اللَّهِ وَهَؤُلَاء الْمُلُوكُ وَالرُّؤَسَاءُ الْمُفْسِدُونَ كَفِرْعَوْنَ وَحِزْبِهِ ، وَهَؤُلَاءِ هُمْ شِرَارُ الْخَلْقِ ) ،

Ingin menyombongkan diri atas manusia dan membuat kerusakan di bumi yaitu maksiat kepada Allah, mereka ini adalah para raja dan pembesar yang membuat kerusakan seperti Fir’aun dan kelompoknya, dan mereka adalah seburuk-buruk makhluk.

Kelompok kedua :

( الَّذِينَ يُرِيدُونَ الْفَسَادَ بِلَا عُلُوٍّ ،
كَالسُّرَّاقِ وَالْمُجْرِمِينَ مِنْ سَفَلَةِ النَّاسِ ) ،

Berita Terkait

Orang-orang yang menginginkan kerusakan tanpa menyombongkan diri, seperti para pencuri dan pendurhaka dari kalangan orang rendahan.

Kelompok ketiga :

( يُرِيدُونَ الْعُلُوَّ بِلَا فَسَادٍ كَاَلَّذِينَ عِنْدَهُمْ دِينٌ ،
يُرِيدُونَ أَنْ يَعْلُوا بِهِ عَلَى غَيْرِهِمْ مِنْ النَّاسِ ) ،

Ingin menyombongkan diri tanpa membuat kerusakan, seperti orang-orang yang memiliki agama, dengan itu ia ingin menyombongkan diri atas selainnya dari manusia.

Kelompok keempat :

( فَهُمْ أَهْلُ الْجَنَّةِ الَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا مَعَ أَنَّهُمْ قَدْ يَكُونُونَ أَعْلَى مِنْ غَيْرِهِمْ ) ، – كما قَالَ اللَّهُ تَعَالَى :

Mereka adalah penghuni surga yang tidak menginginkan kesombongan di bumi dan tidak pula kerusakan padahal mereka terkadang lebih tinggi ( kedudukannya) dari selainnya.
Sebagaimana firman Allah :

{ وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ } .
وَقَالَ تَعَالَى :

Artinya : “Janganlah kalian bersikap lemah, dan jangan (pula) kalian bersedih hati, padahal kalianlah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kalian orang-orang yang beriman”. (Ali Imran: 139)

{ فَلَا تَهِنُوا وَتَدْعُوا إلَى السَّلْمِ وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ وَاللَّهُ مَعَكُمْ وَلَنْ يَتِرَكُمْ أَعْمَالَكُمْ } .

Artinya : “Janganlah kamu lemah dan minta damai, padahal kamulah yang di atas dan Allah (pun) beserta kamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi (pahala) amal-amalmu”. (Muhammad: 35)

– وَقَالَ : { وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ } .

Dan Allah berfirman :
Artinya : “Dan bagi Allah kemuliaan itu bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang beriman”. (Al Munafiqun: 8)

المصدر : مجموع الفتاوى (٣٩٢/٢٨)

Facebook Comments
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Tinggalkan Komentar