BERANDA DAKWAH

Misteri Alam Barzakh : Alam Barzakh (Bag.1)

 

Misteri Alam Barzakh

ALAM BARZAKH (Bag.1)

Waktu di Alam Barzakh: Dari Kematian Hingga Hari Kebangkitan

Alam Barzakh merupakan tema atau bagian paling penting dalam buku ini. Banyak pendapat mengenai alam barzakh dari ahli fikih dan ahli tafsir, baik-zaman dahulu maupun sekarang.

‼ Penyebab utama ialah karena banyak sekali hadits yang menjelaskan mengenai dunia gaib ini. Di antara hadits tersebut ada yang-shahih, hasan, dan dha’if. Sehingga, kita akan mendapatkan perbedaan pendapatpara-penulis berkenaan dengan tema ini. Hal itu ditambah terbatasnya pengetahuan dan-hanya sedikit yang berkaitan dengan alam barzakh

Pendapat dan pengalaman tak sama. Cerita pun tak sama dengan penglihatan.Bagaimana pun cerita tentang alam barzakh, orang yang telah mati akan lebih-mengetahui banyak hal yang sebelumnya tak pernah ia lihat.

‼ Al-Qur’an banyak menceritakan dan-menjelaskan surga dengan rinci. Terdapatpuluhan ayatyang menjelaskan tentang surga-Al-Qur’an menggambarkannya dengan-kenikmatan abadi. Seperti istana,kebun,kamar, sungai, bidadari, para pelayan,makanan buah-buahan, tanah, pohor,burung serta hal-hal agung lainnya yang adadi surga dan telah dijanjikan Allah kepada orang-orng beriman.

Hadits-hadits pun meluaskan pembahasan-surga yang diberikan kepada orang-orang beriman dalambentuk kemuliaan, pahala posisi agung, dan keamanan. Semua-itu hanya berupa sifat serta metafora, agar bisa dipahami akal dan hati. Selain itu, agar-orang-orang berusaha mendapatkannya.

‼ Meskipun begitu, surga tak pernah dilihat. Sifat dan keterangan tentangnya hanyauntuk-mendekati dan mendorong. Pada akhirnya surga akan tetap menjadi alam gaib-yang disembunyikan Allah kepada kita. Hal Itu dilakukan untuk mencoba dan menguji keimanan manusia tentang alam gaib karena kekuasaan Allah melebihi segala yang-ada di alam ini. Sehingga, surga tetap berada di atas pengetahuan, akal, pemikiran-dan gambaran kita.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّاۤ اُخْفِيَ لَهُمْ مِّنْ قُرَّةِ اَعْيُنٍ ۚ جَزَآءً بِۢمَا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ

‼ “Maka tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS. As-Sajdah 32: Ayat 17)

Di dalam hadits qudsi, Allah berfirman:

‼ “Aku telah menyiapkan untukhamba-hamba-Ku yang saleh (tempat) yang tidakpernahdilihat oleh mata, didengar oleh telinga, dan terbetik dalam hati manusia.” (HR Al-Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan An-Nasa’i).

Jika keindahan surga sesuai dengan apa yang ada dalam gambaran, akal,pengetahuan, dan pemahaman kita tentang keindahan, ke mana perginya ilmu,kekuatan, dan kemuliaan Allah yang telah Dia sediakan kepada orang-orang beriman?

‼ Sebagaimana Dia menjanjikan ganjaran besar, jika ganjaran tersebut sama dengan ganjaran di dunia.

Dengan demikian, Allah membuat metafora surga agar kita menyiapkan diri untuk-mendapatkannya. Akan tetapi, karena alam gaib, ia tetap berada di luar pengetahuan-kita.

‼ Demikian pula alam barzakh yang dijelaskan banyak ayatdan hadits. Pada akhirnya-ia adalah alam yang ada di luar bataspengetahuan, akal, dan pemahaman kita. Dua-alam gaib tersebut, yaitu alam surga dan alam barzakh ialah rahmatAllah yang sangatbesar bagi manusia.

*Bentuk jasad kita tak akan pemah siapmenerima hal gaib tersebut. Jika Allah-menampakkan hal gaib kepada kitaakal dan jasad kita takmungkin mampu menerima hal itu satu pun.*

‼ Kemampuan pandang dalam diri kita memiliki batasan yang telah ditentukan-Allah. Kemampuan yang Allah berikan kepada setiap makhluk berbeda dengan-makhluk yang lain. Kemampuan tersebut sesuai dengan bentuk makhluk yang ada.

Seperti malaikat, manusia, jin, hewan, dan makhluk lain yang tidak kita ketahui.Manusia memiliki kemampuan melihat. Namun,kemampuan tersebut mempunyai-batas.

‼ Manusia tak bisa melihat malaikat dan-jin. Karena, kemampuan daya lihatnya-tak bisa melakukannya. Msalnya jika manusia melihat lampu yang jumlahnya lebih-dari seratus hingga seribu watt pasti akan membuatnya buta. Terlebih lagi, jika-melihat malaikat yang cahayanya lebih dari jutaan kilo watt’

Dengan demikian pada hari kiamat, Allah membangkitkan kita dengan bentuk-baru, tak sama dengan bentuk di dunia. Agar kita bisa melihat hal gaib yang Dia-sembunyikan dari kita yang sebelumnya kita tak mungkin bisa melihatnya. Selain itu,hal tersebut merupakan ujian yang diberikan kepada kita.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

عَلٰۤى اَنْ نُّبَدِّلَ اَمْثَا لَـكُمْ وَنُـنْشِئَكُمْ فِيْ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

‼ “untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (di dunia) dan membangkitkan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Waqi’ah 56: Ayat 61)?

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَـقَدْ عَلِمْتُمُ النَّشْاَ ةَ الْاُ وْلٰى فَلَوْلَا تَذَكَّرُوْنَ

‼ “Dan sungguh, kamu telah tahu penciptaan yang pertama, mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (QS. Al-Waqi’ah 56: Ayat 62)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

لَقَدْ كُنْتَ فِيْ غَفْلَةٍ مِّنْ هٰذَا فَكَشَفْنَا عَنْكَ غِطَآءَكَ فَبَصَرُكَ الْيَوْمَ حَدِيْدٌ

‼ “Sungguh, kamu dahulu lalai tentang (peristiwa) ini, maka Kami singkapkan tutup (yang menutupi) matamu, sehingga penglihatanmu pada hari ini sangat tajam.” (QS. Qaf 50: Ayat 22)

Marilah kita renungi firman Allah: (Maka Kami singkapkan darimu tutup-yang-menutupi-matamu.)

‼ Berarti, ada penutup yang menghalangi antara kita dan alam gaib. Misalnya, alam-barzakh, hari kiamat, surga, dan neraka. Inilah yang telah dijelaskan dengan sangat-tegas oleh Al-Qur’an, yaitu ada penghalang antara kita dan seluruh peristiwa hari-akhir. Dimulai dari kematian hingga masuk ke dalam surga atau neraka.

Sebagaimana-disebutkan dalam hadits mauquf yang diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib

‼ “Manusia-tidur, jika mati mereka baru akan bangun.” sebab, kehidupan yang sebenarnya ialah-kehidupan yang dimulai dari kematian yang beranjak menuju keabadian. Jika dibandingkan dengan kehidupan abadi setelah kematian, dunia dan segala isinya-seperti mimpi lewat atau waktu sesaat saja.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

كَاَ نَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوْۤا اِلَّا عَشِيَّةً اَوْ ضُحٰٮهَا

‼ “Pada hari ketika mereka melihat hari Kiamat itu (karena suasananya hebat), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar saja) tinggal (di dunia) pada waktu sore atau pagi hari.” (QS. An-Nazi’at 79: Ayat 46)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ كَاَ نْ لَّمْ يَلْبَثُوْۤا اِلَّا سَا عَةً مِّنَ النَّهَا رِ يَتَعَا رَفُوْنَ بَيْنَهُمْ ۗ قَدْ خَسِرَ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِلِقَآءِ اللّٰهِ وَمَا كَا نُوْا مُهْتَدِيْنَ

‼ “Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa) seakan-akan tidak pernah berdiam (di dunia) kecuali sesaat saja pada siang hari, (pada waktu) mereka saling berkenalan. Sungguh rugi orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk.” (QS. Yunus 10: Ayat 45)

Rasulullah pun mengumpamakan dunia dengan orang yang berteduh di bawah-pohon kemudian pergi. Rasulullah bersabda:

‼ ‘Untuk apa aku (mengejar ) dunia. Aku di dunia hanya seperti orang yang bepergian istirahat di bawah pohon untuk kemudian pergi dan berlalu’.” [HR Ahmad, At-Tirmidzi, lbnu Majah. Dinyatakan shahih Al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 5668.]

2.Apakah Siksa Kubur Benar-Benar Akan Terjadi?

‼ Siksa kubur benar-benar akan terjadi. Dalilnya Al-Qurhn dan As-Sunnah. Selainkeduanya dalil yang qath’i tidak ada. Siksaan tersebut bisa diterima akal dan tak-bertentangan dengan logika manusia.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمِمَّنْ حَوْلَــكُمْ مِّنَ الْاَ عْرَا بِ مُنٰفِقُوْنَ ۗ وَمِنْ اَهْلِ الْمَدِيْنَةِ مَرَدُوْا عَلَى النِّفَا قِ ۗ لَا تَعْلَمُهُمْ ۗ نَحْنُ نَـعْلَمُهُمْ ۗ سَنُعَذِّبُهُمْ مَّرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّوْنَ اِلٰى عَذَا بٍ عَظِيْمٍ ۚ

‼ “Dan di antara orang-orang Arab Badui yang (tinggal) di sekitarmu ada orang-orang munafik. Dan di antara penduduk Madinah (ada juga orang-orang munafik), mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Engkau (Muhammad) tidak mengetahui mereka, tetapi Kami mengetahuinya. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 101)

Kehidupan manusia melewati tiga fase

Dunia alam barzakh setelah kematian,dan hari kiamat setelah kebangkitan.

Di dalam ayat tersebut, Allah menjelaskantentang tiga macam siksaan. (Mereka akan Kami siksa dua kali); sekali didunia yang-disebabkan kemunafikan, dan sekali lagi di alam barzakh setelah kematian. Adapunsiksa di akhirat setelah penghisaban dijelaskan dengan:

ثُمَّ يُرَدُّوْنَ اِلٰى عَذَا بٍ عَظِيْمٍ ۚ

“Kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar”.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَنُذِيْقَنَّهُمْ مِّنَ الْعَذَا بِ الْاَ دْنٰى دُوْنَ الْعَذَا بِ الْاَ كْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

‼ “Dan pasti Kami timpakan kepada mereka sebagian siksa yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat); agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. As-Sajdah 32: Ayat 21)

Berita Terkait

Ibnu Abbas menjelaskan ayat ini, siksa yang dekat ada dua: Siksa di dunia agar-mereka bisa kembali beriman kepada Allah, dan siksa di alam barzakh sebagai balasanterhadap apa yang telah mereka lakukan. Sementara itu, siksa yang besar akan terjadi-setelah hisab pada hari kiamat. Ia adalah siksa neraka yang akan Allah berikan kepada-orang-orng kafir, munafik, dan durhaka.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَوَقٰٮهُ اللّٰهُ سَيِّاٰتِ مَا مَكَرُوْا وَحَا قَ بِاٰ لِ فِرْعَوْنَ سُوْٓءُ الْعَذَا بِ ۚ

اَلنَّا رُ يُعْرَضُوْنَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَّعَشِيًّا ۚ وَيَوْمَ تَقُوْمُ السَّا عَةُ ۗ اَدْخِلُوْۤا اٰلَ فِرْعَوْنَ اَشَدَّ الْعَذَا بِ

‼ “Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, sedangkan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang sangat buruk.”

‼ “Kepada mereka diperlihatkan neraka, pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Lalu kepada malaikat diperintahkan) ‼ Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras!” (QS. Ghafir 40: Ayat 45-46)

Ulama menjadikan kedua ayat tersebut sebagai dasar adanya siksa di alam-barzakh.

وَحَا قَ بِاٰ لِ فِرْعَوْنَ سُوْٓءُ الْعَذَا بِ ۚ

‼ ” Dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang sangat buruk.”

‼ Maksudnya siksa yang dirasakan mereka ketika tenggelam di laut.

Sementara:

اَلنَّا رُ يُعْرَضُوْنَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَّعَشِي

‼ ” Kepada mereka ditampakan neraka pada pagi dan petang.”

‼ Ialah siksaan di alam barzakh. Karena neraka tidak mungkin ditampakkan kepada-mereka ketika mereka masih hidup di dunia baik siang maupun sore.

Adapun:

وَيَوْمَ تَقُوْمُ السَّا عَةُ ۗ اَدْخِلُوْۤا اٰلَ فِرْعَوْنَ اَشَدَّ الْعَذَا ب

‼ dan pada hari terjadinya Kiamat. (Lalu kepada malaikat diperintahkan), Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras!

Berarti pada hari kiamat setelah mereka dihisab di hadapan Allah untuk kemudian-dimasukkan ke dalam neraka yang kekal.

‼ Sementara itu, hadits yang menjelaskan siksa kubur sangat banyak, seperti hadits-yang diriwayatkan Anas, Ibnu Mas’ud, dan Ibnu Abbas. Mereka meriwayatkan bahwaRasulullah bersabda: “Sesungguhnya orang-orang yang mati akan disiksa di dalam kubur hingga hewan-mendengar suara mereka. (HR Ath-Thabrani. Dishahihkan Al-Albani dalam Ash-Shahihul Jami’ no. 1965.)

Rasulullah bersabda:

‼ “Sesungguhnya orang mati akan disiksa karena tangisan orang yang hidup.” [HR Al-Bukhari no. 1206 dan Muslim no.1536)

‼ Dengan kata lain orang yang mati akan disiksa karena ratapan keluarganya. Hamba-yang saleh tak ingin ditangisi dengan cara meratap. Sebab, ia menuju rahmat Allah.

Ia akan merasakan rahmat tersebut setelah mati dan setelah dua malaikat bertanya-kepadanya,menenangkannya, dan memberi rasa aman kepadanya. Rahmat Allah-tidak bisa disamakan dengan ratapan. Mungkin, arti hadits tersebut ialah, seorang-mayat yang saleh akan merasa tersiksa dengan ratapan keluarganya-wallahu a’lam.

‼ Adapun kesedihan dan tetesan air mata, ia boleh dilakukan. Karena, hal ini-menunjukkan hati yang lembut dan kedudukan mayit bagi orang yang ditinggalkan.

Oleh karena itu, Rasulullah bersabda ketika anak beliau Ibrahim meninggal:

‼ *”Mata mengucurkan air, hati menjadi sedihdan kita semua sangat sedih ditinggalkan

olehmu wahai lbrahim.”* [HR Abu Dawud: III/193. Al-Albani menyatakan hadits hasan. Lihat Ash-Shahihul JAmi’ no. 2932]

‼ Dengan demikian, keluarga mayat yang saleh harus bersabar, berlindung danmengucapkan:

” Sesungguhny a kita adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kita akan kembali. ”

‼ Mereka juga harus menyatakan:

“Yang diambil adalah milik Allah, yang diberikan adalah milik Allah. Tidak ada daya-dan kekuatan kecuali hanya dari Allah.”

sebagai ganti tangisan, kita harus mendoakannya bersedekah untuknya, dan-melunasi utangnya. Adapun orang kafir, siksaan yang diterimanya akan semakin.bertambah, jika keluarganya menangisinya dan meratapinya.

Rasulullah pernah bersabda tentang siksa kubur:

‼ “Siksa kubur adalah benar.” [HR Al-Baghdadi. Dikeluarkan As-Suyuthi dalam kitab Jamiush Shaghir.]

Rasulullah bersabda:

‼ “Mayat akan disiksa di dalam kubur jika ia diratapi.” [HR Al-Bukhari no. 1210 dan Muslim no. ‘1537.]

Hadits di atas menguatkan hadits sebelumnya:

‼ “Sesungguhnya orang mati akan disiksa karena tangisan orang hidup.” [HR.AI-Bukhari no. 1206 dan Muslim no. 1536]

Sebagaimana ia juga menjelaskan tentang siksa kubur. Ulama telah mengecam-orang yang mewasiatkan agar ia ditangisi dan diratapi..

‼ Rasulullahbersabda:

“Kalaulah bukan karena kekhawatiranku bahwa kalian tidak akan saling menguburkan,aku pasti akan berdoa kepada Allah agar Dia memperdengarkan azab kubur yang aku-dengarkan.” [HR Muslim no.5113,Ahmad no. 11569,An-Nasa’i no.2031.]

Rasulullah telah memerintahkan kepada kita agar berlindung dari siksa kubur.

Rasulullah bersabda, “Berlindunglah kalian dari siksa neraka!’ Para shahabat berkata,Kami-berlindung kepada Allah dari siksa neraka.’Beliau bersabda, ‘Berlindunglah-kalian dari siksa kubur!’ Para shahabat berkata, ‘Kami berlindung kepada Allah dari-siksa kubur.” [HR Muslim no.5113.]

‼ Sebagian ulama ada yang menjadikan ayat dalam sural Ghafir yang telah kami-sebutkan sebelumnya sebagai dasar adanya siksa kubur.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَـرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا اَوْ قَا لَ اُوْحِيَ اِلَيَّ وَلَمْ يُوْحَ اِلَيْهِ شَيْءٌ وَّمَنْ قَا لَ سَاُ نْزِلُ مِثْلَ مَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ ۗ وَلَوْ تَرٰۤى اِذِ الظّٰلِمُوْنَ فِيْ غَمَرٰتِ الْمَوْتِ وَا لْمَلٰٓئِكَةُ بَا سِطُوْۤا اَيْدِيْهِمْ ۚ اَخْرِجُوْۤا اَنْفُسَكُمُ ۗ اَلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَا بَ الْهُوْنِ بِمَا كُنْتُمْ تَقُوْلُوْنَ عَلَى اللّٰهِ غَيْرَ الْحَـقِّ وَكُنْتُمْ عَنْ اٰيٰتِهٖ تَسْتَكْبِرُوْنَ

“Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah atau yang berkata, Telah diwahyukan kepadaku, padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya, dan orang yang berkata, Aku akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah. (Alangkah ngerinya) sekiranya engkau melihat pada waktu orang-orang zalim (berada) dalam kesakitan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata), Keluarkanlah nyawamu. Pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang sangat menghinakan, karena kamu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 93)

Ulama menjelaskan ayat

ۗ اَلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَا بَ الْهُوْنِ َ

‼ Pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang sangat menghinakan-sebagai siksa kubur. اَلْيَوْمَ (Hari ini), berarti hari di alam barzakh

*Karena kata تُجْزَوْنَ (Dibalas) tidak didahului huruf *

س ,سوف

‼ yang berarti “akan”

Namun, Al-Qur’an menegaskas

ۚ اَخْرِجُوْۤا اَنْفُسَكُمُ ۗ اَلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ

‼ Keluarkanlah nyawamu. Pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang sangat menghinakan

Ini merupakan penegasan adanya alam barzakh. Karena, setelah mati orang tak-lagi memiliki hari di dunia. Hari-harinya di dunia telah putus.

‼ Ayat di atas juga tak berarti hari kiamat. Sebab Al-Qur’an tidak menyatakannya-dengan ungkapan “Pada hari kiamat ini kamu dibalas dengan siksaan yang-menghinakan.” Dengan demikian, hari di dalam ayat tersebut ialah alam barzakh.

Berdasarkan berbagai ayat dan hadits di atas bisa disimpulkan, siksa kubur-merupakan sebuah kenyataan yang tak diragukan. Di dalam hal ini, kita berpendapat-seperti pendapat tentang bersemayamnya Allah yang diterangkan dalam ayat:

‼ “Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih berupa Asap.” (Fushshilat: 11).

Bersemayam bisa diketahui tetapi tata cara dan bentuknya tidak.

‼ Dengan demikian kita pun bisa mengatakan, siksa bisa diketahui tetapi tata-caranya tidak. Hal ini sangat penting. Sehingga, saya akan menjelaskannya dengan-sangat rinci. Sebab, tema buku ini menjelaskan alam barzakh dan siksaannya, ia nyata-ataukah tidak?…

Tak diragukan lagi, banyak orang tak percaya siksa kubur. Sementara itu, ada pula-yang meyakininya dengan berdasarkan berbagai argumentasi. Di dalam buku ini,kami berusaha memberikan keterangan yang benar, yang bersumber dari ayat-ayatAl-Qur’an dan hadits-hadits Nabi. Karena, manusia harus mengetahui kebenaran-mengenai keadaan mereka setelah mati dan kebangkitan dari Al-Qur’an

Facebook Comments
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Tinggalkan Komentar