DAKWAH MUTIARA HIKMAH UTAMA

Hikmah Siang: Berkomunikasi dengan Allah Jangan Seronok

Ilustrasi
 

HAJINEWS.ID- Ada cara bagaimana manusia berkomunikasi dengan Allah, tentu saja sesuai dengan cara yang ia kehendaki sesuai dengan cara yang diajarkan oleh utusan-Nya melalui wahyu. Makanya jangan seronok jika melakukan komunikasi dengan Allah, ikuti cara dan tata caranya.

Allah SWT berfirman : “Dan tidak ada bagi seorang manusia pun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana”. (Asy Syura’ 51).

Setiap orang bisa berkomunikasi dengan Allah, asal mau dan mengikuti cara serta prosedur yang telah ditetapkan oleh Allah sendiri. Allah adalah penguasa tertinggi di Alam Jagat Raya, Dia maha tinggi, Maha agung, Maha kuasa, Maha mulia, Maha terpuji…… dan maha segala galanya. Kita adalah mahluk ciptaan-Nya yang sangat kecil dan lemah. Diri kita sangat tidak berarti dan berharga jika dibandingkan dengan alam semesta yang diciptakanNya ini.

Sangat tidak wajar dan tidak patut kalau kita ingin berkomunikasi dengan Allah, menggunakan cara semau kita sendiri. Dia akan menutup pintu jika kita berkomunikasi dengan-Nya secara seronok menggunakan cara kita sendiri. Allah telah menyiapkan perangkat dan prosedur untuk berkomunikasi dengan-Nya. Kita yang butuh padaNya bukan Dia yang butuh pada kita. Ikutilah tata cara dan prosedur yang telah ditetapkanNya. Dia akan menerima kita dengan senang dan penuh perhatian. Nikmatilah berkomunikasi dan bercakap cakap denganNya. Dia siap menerima kita dalam pembicaraan secara khusus seorang diri ataupun secara (berjamaah).

Berita Terkait

Pikiran dan hati adalah alat utama untuk berkomunikasi dengan Allah, kita tidak mungkin bertemu Allah secara fisik. Kita harus melatih kepekaan hati dan pikiran untuk berkomunikasi denganNya. Allah maha tahu tentang keadaan kita, Dia selalu menjawab pertanyaan kita baik yang diucapkan secara lisan maupun dalam hati. Masalahnya hati dan pikiran kita kurang peka sehingga tidak mampu menangkap isyarat atau jawaban dari Allah.

Untuk dapat menangkap isyarat dari Allah kita harus melatih kepekaan hati dan pikiran untuk memahami dan menangkap isyarat yang diberikan Allah kepada kita dalam kehidupan sehari hari. Setiap saat Dia selalu mengingatkan kita akan berbagai hal yang merupakan bimbingan, petunjuk atau peringatan akan adanya bahaya yang mengancam.

Orang yang hati dan pikirannya kusut dan kasar, tertutup berbagai dosa dan maksiat tidak akan mampu menangkap isyarat tersebut. Merekalah orang yang hidup dalam kegelapan, kebingungan, kesesatan dan terpuruk dalam penderitaan berkepanjangan didunia dan akhirat.

Salat dengan khusyu dan benar adalah salah satu cara berkomunikasi dengan Allah, yang telah ditetapkan oleh Allah sendiri. Maka Rasulullah bersabda : ”As-sholatu mi’rojul mu’min”, Salat itu adalah Mi’rajnya orang mukmin“.

Barang siapa yang ingin berdialog dan bercakap cakap dengan Allah, lakukan-lah salat dengan khusyu’ dan benar. Kalau kita sudah terbiasa berdialog dengan Allah dalam salat, kebiasan berdialog itu akan muncul secara otomatis diluar sholat, ketika kita menghadapi berbagai masalah. Insya Allah kita akan selalu mendapat bembingan-Nya dalam mengatasi berbagai masalah yang menghampiri kita. (gwa)

Facebook Comments
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Tinggalkan Komentar