BERANDA KISAH RASULULLAH

Kisah Rasulullah (4):  Harta Abdul Muthalib

Sumur Zam Zam. Foto: Net
 

HAJINEWS.ID-Setelah tumbuh dewasa, Abdul Muthalib pun menjadi seorang pemuka Makkah sebagaimana Hasyim, bapaknya. Sementera itu, ketika Hasyim meninggal, hartanya dikuasai oleh Naufal, adiknya yang terkecil.

Setelah  dewasa, Abdul Muthalib hendak meminta harta ayahnya, tetapi Naufal menolak. Abdul Muthalib pun meminta bantuan kerabat ibunya yang tinggal di Yatsrib. Orang-orang Yatsrib mengirimkan 80 pasukan berkuda. Naufal pun ketakutan dan menyerahkan harta Hasyim kepada Abdul Muthalib

Pada zaman pemerintahannya, Abdul Muthalib melakukan sebuah perbuatan yang akan dikenang orang sepanjang zaman.

 

Sumber Air Makkah

Abdul Muthalib adalah pengurus air dan makanan bagi tamu-tamu yang datang ke Makkah. Setelah ratusan tahun Sumur Zam Zam tertimbun, air harus didatangkan dari beberapa sumur yang terpencar-pencar di sekitar Makkah.

 

Menggali Sumur Zam Zam

Saat itu, Sumur Zam Zam telah terkubur dan dilupakan orang selama ratusan tahun. Namun, Abdul Muthalib tidak pernah lupa pada sejarah Makkah, bahwa dulu pernah ada mata air yang menghidupi Makkah, mata air yang memancar keluar oleh kaki Ismail.

“Aku harus menemukannya!” pikir Abdul Muthalib. “Aku harus menemukan kembali Sumur Zam Zam yang telah dilupakan orang! Apalagi aku bertugas menyediakan air dan makanan bagi penduduk Makkah.”

Berita Terkait

Pikiran seperti itu tidak pernah hilang dari benaknya, “Aku harus menemukannya! Aku harus menemukannya!”

Setelah itu, Abdul Muthalib mengambil tembilang (alat untuk menggali bertangkai panjang) dan memanggil putra satu-satunya, “Harits, temani ayah mencari dan menggali kembali Sumur Zam Zam!”

Harits mengangguk. Kemudian, mereka mulai mencari di mana dulu letak Mata Air Zam Zam berada. Setelah beberapa kali mencoba menggali di beberapa tempat, Sumur Zam Zam tidak juga ditemukan.

“Ayah, mungkin Sumur Zam Zam memang telah hilang,” kata Harits.

“Tidak Nak, Ayah yakin Sumur itu masih ada! Kita harus menemukannya! Orang-orang Mekkah akan hidup lebih baik jika Sumur Zam Zam ada di tengah kita!”

Dengan gigih keduanya pun terus mencari sumur Zam Zam. Orang-orang Quraisy, penduduk asli Makkah, melihat perbuatan mereka dengan heran.

“Mengapa engkau masih terus menggali, Abdul Muthalib? Bukankah dulu nenek moyang kita, Mudzaz bin Amr pernah menggalinya, tapi tidak berhasil?”

Abdul Muthalib menaruh tembilangnya dan duduk. Ya, ratusan tahun yang lalu Mudzaz bin Amr mertua Nabi Ismail AS  pernah mencoba menggali Zam Zam tapi tidak berhasil.

Padahal, saat itu Mudzaz telah mempersembahkan sesaji berupa pedang dan pelana berpangkal emas agar Sumur Zam Zam ditemukan.

 

Bersambung. . .

Facebook Comments
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Tinggalkan Komentar