Masjid Cirebon Kumandangkan Azan Pitu Untuk Usir Wabah Corona

Tujung orang mengumandangkan adzan di Cirebon(dok)


banner 500x500

banner 800x800





Cirebon, Hajinews.id,- Sebagai upaya ikhtiar untuk mengusir dan tolak bala dari ancaman pandemic Covid-19 (Virus Corona), Masjid Agung Sang Cipta Rasa Kesultanan Cirebon kumandangkan Adzan Pitu, yakni adzan yang dikumandangkan oleh tujuh orang, Kamis (9/4/20) malam.

Tak hanya dilakukan di Masjid saja, Penghulu dan Muadzin mengumandangkan Adzan Pitu di empat penjuru Kota Cirebon sesudah melakukan munajat dan bersholawat.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Sesepuh Masjid Agung Sang Cipta Rasa Kyai Jumhur mengatakan, kegiatan tersebut sebagai ikhtiar untuk mengusir wabah virus corona. “Semoga wabah covid-19 segera diangkat Allah SWT,” ujar Jumhur.

Ia menjelaskan, pada masa Sunan Gunung Jati, adzan pitu dikumandangkan untuk mengusir wabah penyakit yang terjadi ketika itu. “Ini ikhtiar kami untuk mengusir virus Corona,” jelasnya.

Menurut sejarahnya adzan pitu atau adzan tujuh dilakukan sejak zaman Sunan Gunung jati. Dalam salah satu babad Cirebon, wabah penyakit di Cirebon datang karena kiriman dari seorang pendekar ilmu hitam, Menjangan Wulung yang sering berdiam diri di momolo (kubah) masjid. Ketidaksukaannya terhadap syiar Islam di Cirebon membuatnya menyebarkan wabah dan setiap muazin yang melantunkan azan mendapatkan serangan hingga meninggal.

Dalam salah satu versi, babad Cirebon tulisan Pangeran Sulaeman Sulendraningrat, saat Sunan Gunung Jati memberikan titah tujuh orang sekaligus melantunkan azan ketika waktu Subuh, suara ledakan dahsyat terdengar dari bagian kubah Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang dibangun pada 1480 Masehi. Ledakan itu membuat Menjangan Wulung yang berdiam diri di kubah masjid terluka. Bahkan tubuhnya hingga terpental dan darahnya berceceran di area masjid. Namun, salah satu pengumandang azan pitu dikabarkan juga meninggal dunia karena ledakan tersebut. (dbs).

Berikut berita dari televisi lokal rctv:

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *