Mengerikan, Ini Hitungan ILUNI Matematika UI Jumlah Korban Corona

Ilustrasi.


banner 500x500

banner 800x800





JAKARTA, hajinews.id – Ikatan Alumni Departemen Matematika Universitas Indonesia (ILUNI Matematika UI) meyakini bahwa sebenarnya banyak orang yang terinfeksi virus corona atau Covid-19 namun tidak menunjukkan gejala, seperti yang terjadi di negara lain.

Keyakinan tersebut berdasarkan penghitungan ILUNI Matematika UI dengan menggunakan sebuah model sederhana yang dikembangkan dengan model SIRU yaitu Infected dan Unreported Case. “Menunjukkan banyaknya kasus positif baru dan banyaknya penambahan orang terinfeksi per hari,” ungkap hasil penghitungan ILUNI Matematika UI dalam Simulasi Covid-19 yang diterima hajinews, Selasa (31/3/2020).

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Berdasarkan data, 1 orang positif Covid-19 bisa menularkan penyakit ini pada 2-3 orang baru. Dengan jumlah penduduk terinfeksi yang mencapai ribuan orang, jika implementasi physical distancing tidak dilaksanakan secara disiplin maka akan semakin banyak orang yang tertular dan menjadi reported case.

“Jika implementasi physical distancing tidak dilakukan secara disiplin, interaksi antarmanusia berjalan seperti normal, maka bayangkan ada berapa banyak interaksi yang terjadi setiap hari dan berapa banyak orang baru yang terinfeksi setiap hari,” sebut ILUNI Matematika UI.

Namun ketika implementasi physical distancing dijalankan secara serius dan disipilin, interaksi antarmanusia bisa seminim mungkin dan menyelamatkan banyak orang dari terinfeksi virus SARS-Cov-2.

Ditegaskan bahwa bentuk intervensi pemerintah seperti menutup tempat hiburan dan memberlakukan Work From Home turut berkontribusi dalam mengurangi laju interaksi antarmanusia. Seandainya tindakan ini tidak diambil dari awal, keadaan mungkin akan lebih buruk.

Dari fungsi laju interaksi antarmanusia tadi, ILUNI Matematika UI mencoba menjalankan beberapa skenario. Skenario 1: Per 1 April 2020, tidak ada kebijakan signifikan dan tegas dalam mengurangi interaksi antarmanusia maka puncak pandemi terjadi tanggal 4 Juni dengan 11.318 kasus baru akumulasi kasus positif mencapai ratusan ribu kasus. Pandemi berakhir pada akhir Agustus-awal September.

Skenario 2: Per 1 April, kebijakan sudah ada namun kurang tegas dan kurang strategis dalam mengurangi interaksi antarmanusia, masyarakat tidak disiplin mengimplementasikan physical distancing. Puncak pandemi terjadi tanggal 2 Mei dengan 1490 kasus baru dan akumulasi kasus positif mencapai 60.000 kasus. Pandemi berakhir pada akhir Juni-awal Juli. Skenario 2 yang paling mungkin terjadi jika kondisi saat inni dilanjutkan (kebijakan kurang tegas dan masyarakat tidak disiplin).

Skenario 3: Per 1 April, diberlakukan kebijakan yang tegas dan strategis dalam mengurangi interaksi antarmanusia, masyarakat disiplin mengimplementasikan physical distancing. Puncak pandemi terjadi tanggal 16 April dengan 546 kasus baru dan akumulasi kasus positif mencapai 17.000 kasus. Pandemi berakhir pada akhir Mei-awal Juni.

“Kebijakan pemerintah dan kedisiplinan masyarakat akan sangat menentukan skenario mana yang akan terjadi. Kita semua tentu berharap skenario terbaik yang terjadi, bahkan jika mungkin lebih baik lagi,” tegas ILUNI Matematika UI.

Sayangnya, tambah ILUNI Matematika UI, dari data kasus positif hingga saat ini, turunan kedua dari kasus kumulatif (yang menunjukkan percepatan atau perlambatan kenaikan kasus per hari) masih positif, belum negatif. Ini berarti belum ada perlambatan kenaikan kasus sejauh ini.

“Inilah mengapa implementasi physical distancing harus lebih disiplin dilakukan, dan sebaiknya penduduk di zona merah tidak mudik untuk meminimalisir risiko penularan besarbesaran ke daerah lain yang belum terjangkit. Hal ini akan sangat berpengaruh dalam akumulasi kasus positif Covid-19 dan mencegah skenario 1 dan 2 terjadi.” (rah)

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *