MUTIARA HIKMAH UTAMA

Hikmah Siang: Nasihat Nabi Untuk KebahagiaanDunia dan Akhirat

Hajinews.id,-  Kita sebagai umat Islam di mana pun berada tentu ingin selamat di kehidupan dunia maupun di kehidupan akhirat. Untuk itu, kita bisa mempelajari dan amalkan nasihat yang pernah disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW. Bahwa beliau pernah menasihati Abu Dzar Al-Ghifari, salah seorang sahabat yang paling setia menemaninya dalam menyebarkan agama Islam.

Nasihat Rasulullah SAW itu memuat empat hal yang harus diperhatikan bagi kita ketika hidup di dunia, sekaligus jadi bekal di akhirat. Berikut pesan Nabi Muhammad SAW.

Pertama, wahai Abu Dzar, perbaruilah kapalmu karena sesungguhnya lautan itu luas dan dalam.

Hal ini menunjukkan bahwa dalam hidup ini, amal ibadah harus terus diperbaiki. Pasalnya, ada saja hal-hal yang dapat mencederai dan merusak amal ibadah. Kapal ibarat amal ibadah, apabila tak selalu diperbaiki maka akan rusak dan bisa tenggelam di lautan. Pada akhirnya tidak sampai pada tempat tujuan yang diimpikan.

Kedua, wahai Abu Dzar, perbanyaklah bekalmu, karena sesungguhnya perjalananmu sangatlah jauh.

Hal ini mengingatkan bahwa manusia dalam melakukan perjalanan hidupnya yang panjang dan jauh. Dikatakan jauh karena setelah manusia hidup di dunia, akan ada kehidupan baru di akhirat. Satu hari hidup di dunia bagaikan hidup seribu tahun di akhirat. Itulah sebabnya kenapa Rasulullah mengatakan bahwa perjalanan hidup manusia sangatlah jauh.

Berita Terkait

Ketiga, wahai Abu Dzar, ringankanlah barang bawaanmu karena sesungguhnya rintangan dan cobaan yang akan engkau hadapi sangatlah berat.

Hal ini menunjukkan betapa berat dan banyaknya ujian yang akan dihadapi manusia. Sehingga Rasulullah selalu menyuruh umatnya untuk meringankan barang bawaan di dunia berupa harta, jabatan, dan tahta. Karena, semua itu merupakan cobaan dan bawaan nan berat, yang seharusnya dianggap sebagai titipan, bukan sebagai milik selamanya.

Keempat, wahai Abu Dzar, bekerjalah dengan ikhlas karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang terbesit dalam pikiran dan hatimu.

Hal ini mengandung makna bahwa keikhlasan adalah modal utama dalam bekerja. Tanpa keikhlasan, semua yang dilakukan akan sia-sia belaka.

Karena Allah Maha Mengetahui mana di antara hamba yang beribadah dengan ikhlas; atau pun mereka yang beramal hanya sekadar menggugurkan kewajiban.  Wallahu a’lam

(Sumber: gwa).

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: