BERANDA BERITA UTAMA

Ibunda Jokowi Meninggal Bukan karena Corona

Presiden Jokowi di rumah duka di Jalan Pleret Raya, RT 3 RW 11 Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jateng, Rabu malam (25/3/2020). (Foto: Tribunvideo)

JAKARTA, hajinews.id – Ibunda Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo, dipastikan meninggal dunia bukan karena terinfeksi virus corona baru (COVID-19).

Juru Bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi) Bidang Sosial Angkie Yudistia saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (25/3/2020), mengatakan penyebab meninggalnya ibunda Presiden Jokowi bukan karena infeksi virus corona. “Almarhumah meninggal bukan karena corona,” kata dia.

Hal yang sama disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat dikonfirmasi yang mengatakan bahwa Mensesneg Pratikno sudah menginformasikan kepada seluruh jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju perihal penyebab meninggalnya ibunda Presiden Jokowi.

“Tadi Pak Pratik (Mensesneg Pratikno, red.) menyampaikan kepada para menteri bahwa (almarhumah, red.) bukan karena virus corona, supaya tidak ada spekulasi di publik,” katanya.

Sementara itu Jokowi yang berada di Solo menyebutkan bahwa ibundanya wafat karena sakit kanker. “Kita tahu ibu sudah empat tahun ini sakit, menderita kanker,” kata Jokowi.

Berita Terkait

Jokowi mengatakan keluarga sudah berikhtiar memberikan pengobatan atas penyakit yang diderita Sudjiatmi tersebut, termasuk menjalani pengobatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. “Kita semua sudah berikhtiar, tetapi Allah sudah menghendaki. Keluarga besar memohonkan doa agar kesalahannya diampuni Allah SWT dan husnul khatimah,” katanya.

Jokowi menambahkan rencananya ibundanya akan dimakamkan di Pemakaman Keluarga Mundu, Selokaton, Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah pada pukul 13.00 WIB, Kamis (26/3).

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta masyarakat agar tidak perlu ikut datang ke pemakaman. “Ini tadi saya baru bicara dengan keluarga, di sini saya menyampaikan terima kasih ke masyarakat. Keluarga berharap besok masyarakat mendoakan dari rumah masing-masing agar tidak terjadi kerumunan,” katanya.

Ia mengatakan keluarga akan sangat senang dan menghormati jika masyarakat bisa mendoakan dari rumah. “Doa dari rumah jauh sangat cukup,” katanya.

Sementara itu, hingga malam ini para pelayat terus mendatangi rumah duka yang berada di Jalan Pleret Raya, Kecamatan Banjarsari, Surakarta. (rah/Ant)

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: