MUTIARA HIKMAH UTAMA

Hikmah Siang: Mengapa Mengintip Dilarang?

Ilustrasi

Hajinews.id,- Bagaimana sih Islam menyikapi kebiasaan ngintip? Ngintip rumah, ngintip handphone, ngintip lemari dan lainnya?

Nabi Muhammad bersabda:

حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ​مَنْ اطَّلَعَ فِي بَيْتِ قَوْمٍ بِغَيْرِ إِذْنِهِمْ فَقَدْ حَلَّ لَهُمْ أَنْ يَفْقَئُوا عَيْنَه​ُ. رواه مسلم

“Barang siapa yang melihat ke dalam rumah seseorang tanpa ijin, maka ia halal dicongkel matanya.”

Islam, melalui Nabi Muhammad saw. mengajarkan untuk saling menyayangi, menghormati dan menghargai orang lain. Dalam setiap kesempatan, Nabi Muhammad melalui sabda-sabdanya menganjurkan kedamaian dengan mengedepankan sikap-sikap tersebut. tak hanya di kalangan umat Islam saja, namun antar umat beragama lainnya.

Salah satu dari sekian banyak cara yang merupakan bentuk saling menghormati adalah menjaga privasi orang lain dan tidak menganggunya. Dalam hadis yang disebutkan di atas, betapa Nabi Muhammad sangat tegas dalam menganjurkan ummatnya untuk menjaga privasi orang lain. Sampai-sampai Nabi Muhammad, secara teksual, menghalalkan mencongkel mata orang yang mengintip rumah seseorang tanpa ijin dari si empunya.

Berita Terkait

Mengapa mengintip rumah bisa begitu dilarang oleh Nabi? Ya karena rumah adalah ruang privat. Ada banyak hal terkait kehidupan seseorang yang tersimpan di dalam rumah. Bahkan ada yang mungkin sangat rahasia sehingga ia begitu dijaga agar tidak diketahui oleh orang banyak.

Bahasa halal dicongkel matanya tentu bermakna kiasan. Ia merupakan simbol sebuah ungkapan larangan tegas yang harus diperhatikan. Dan mengintip rumah hanyalah salah satu contoh dari sekian banyak praktek menganggu privasi seorang. Beberapa contoh kasus lainnya juga harus dihindari, semisal: bertanya terlalu banyak terkait urusan orang lain, membongkar barang-barang privat orang lain atau membuka handphone kawan kita tanpa ijin.

Kalaupun dalam Islam ada perintah untuk menghormati tetangga, menjaga persatuan di kalangan umat Islam dan menjaga perdamaian, maka seluruhnya dibangun dari perhatian kita kepada hal-hal remeh yang berpotensi menganggu orang lain. Seperti mengintip! Maka tak heran jika Nabi Muhammad pun memilih menggunakan bahasa yang cenderung “menyeramkan” untuk menegaskan hal itu.

Wallahu a’lam

Sumber: harakahislamiyah.com

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: