BERITA INFO HAJI UTAMA

Kemenag: Pelunasan Haji Tanpa Tatap Muka

Ilustrasi bayar haji online

Jakarta, Hajinews.id,- Merebaknya penyebaran virus corona (Covid19), berdampak pula pada sistem pelunasan biaya haji di Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan IBadah Haji (BPS BPIH). Untuk mengantisipasi hal itu, Kemenag telah menyiapkan sejumlah langkah. Pelunasan yang setiap tahun jemaah hajinya harus meyetorkan sisa biaya hajinya ke bank penerima setoran, kini bisa dilakukan tanpa tatap muka atau ke pergi bank.

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag Muhajirin Yanis mengatakan untuk mengantisipasi kerumunan banyak orang dan penyebaran wabah corona, pihaknya akan memaksimalkan sistem pelunasan secara online tanpa tata muka, ini dimaksudkan untuk memutus mata rantai penyebaran wabah tersebut.

“Untuk menghindari kerumunan orang banyak dan memutus mata ratai dari terjangkitnya wabah corona ini, sehingga kita sangat selektif dalam sistem pelunasan tahun ini,” kata Muhajirin Yanis saat ditemui diruang kerjanya. Rabu (18/03).

Sementara itu, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nizar mengatakan dalam pelaksanaan Pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji tahun 1441H/2020M, Jemaah Haji dianjurkan untuk melakukan pelunasan tanpa datang langsung ke BPS Bipih namun melalui Pelunasan Non Teller melalui internet banking, mobile banking/ATM (Bank BRIS, BNIS, BSM dan ATM untuk Bank Muamalat) serta Pelunasan Langsung tanpa tatap muka.

“Untuk kategori pelunasan langsung tanpa tatap muka dimaksudkan bagi jemaah yang dana pelunasannya telah tersedia di Rekening Tabungan Jemaah Haji (RTJH),” jelas Nizar dalam keterangan tertulisnya. Rabu (18/03)

Ia juga menjelaskan untuk pelunasan langsung tanpa tatap muka ini, Jemaah Haji cukup mengirim surat kuasa/permohonan pelunasan melalui surat, WhatsApp, atau email ke BPS Bipih untuk mendebet rekening tabungan Jemaah Haji dan mengkreditnya ke rekening BPKH sebesar Bipih sesuai embarkasi.

Berita Terkait

“Surat kuasa/Permohonan sebagaimana tersebut meliputi: nama Jemaahnomor porsi dan nomor rekening,” Imbuhnya.

Kemudian ketegori pelunasan langsung tanpa tatap muka berikutnya adalah diperuntukkan bagi jemaah yang dana pelunasan belum tersedia di Rekening Jemaah Haji.

“Jemaah Haji melakukan transfer pelunasan Bipih sesuai embarkasi ke rekening tabungan Jemaah Haji yang bersangkutan, kemudian Jemaah Haji mengirim surat kuasa/permohonan pelunasan melalui surat, WhatsApp, atau email ke BPS Bipih untuk mendebet rekening tabungan Jemaah Haji dan mengkreditnya ke rekening BPKH sebesar Bipih sesuai embarkasi,” terang Nizar

“Surat kuasa/Permohonan sebagaimana tersebut meliputi: nama Jemaahnomor porsi dan nomor rekening,” sambungnya.

Apabila Pelunasan Biaya Perjalanan Haji terpaksa harus dilakukan di BPS Bipih, Nizar mengimbau agar Jemaah haji untuk melakukan ketentuan sebagai berikut;

  1. Bagi Jemaah Haji yang berusia diatas 50 tahun dan/atau dalam kondisi kurang sehat dapat diwakilkan dengan surat kuasa.
  2. Jemaah haji yang melakukan pelunasan harus menggunakan masker dan dalam kondisi sehat.
  3. BPS BPIH harus menjadwalkan pelayanan peluansan kepada Jemaah Haji agar tidak terjadi penumpukan jemaah.
  4. BPS Bipih wajib mendeteksi suhu tubuh jemaah haji yang akan melakukan pelunasan Biaya Perjalanan Haji.
  5. BPS BPIH harus menjaga kebersihan tempat layanan dengan menyediakan hand sanitaizer.

“Jemaah haji melaporkan pelunasan Bipih tahun 1441H/2020M keKankemenag Kab/Kota melalui email/ WhatsApp dengan melampirkan foto ukuran 3×4,” pungkasnya. (PHU/kemenag).

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: