BERANDA BERITA CORONAVIRUS UTAMA

Pesawat ke Singapura Mendadak Penuh, Bos Garuda Kaget

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra.(Antara Foto)

JAKARTA, hajinews.id – Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengaku kaget karena tiba-tiba pesawat Garuda yang ingin menuju Singapura penuh dengan penumpang. Membludaknya penumpang Garuda itu seiring dengan munculnya kebijakan pemerintah Singapura beberapa waktu lalu yang memperketat traveler yang masuk ke negara tersebut.

“Kami juga cukup kaget juga ketika diumumkan misalnya Singapura akan mengenakan siapapun yang masuk per tanggal tertentu waktu itu kalau nggak salah hari Selasa masuk akan kena isolasi 14 hari sampai sebelumnya tiba-tiba full pesawat kita malah kita tambah kalau dengan permintaan untuk terbang ke Singapura lewat pakai Garuda tinggi sekali hari itu,” ungkap Irfan seperti dikutip dari detikcom, Jumat (20/3/2020).

Singapura per Senin, 16 Maret 2020 mulai pukul 12 malam, membuat aturan memperketat traveler. Mereka yang baru melakukan perjalanan ke negara-negara ASEAN, Jepang, Swiss atau Inggris dalam 14 hari terakhir harus karantina diri.

Aturan tersebut malah membuat penumpang maskapai Garuda Indonesia sempat membludak, pesawat tiba-tiba penuh penumpang yang ingin menuju Singapura. Kondisi ini membuat bos Garuda kaget.

“Saya nggak katakan (Garuda Indonesia) dapat berkah, tapi memang jadi pertanyaan signifikan kok bisa banyak yang ke Singapura. Jangan-jangan banyak masyarakat Indonesia yang memutuskan berdiam di Singapura atas alasan apapun,” tutur Irfan.

Adanya aturan mengkarantina diri sendiri atau stay home notice (SHN) ini berlaku untuk semua pengunjung di Singapura, termasuk penduduk Singapura, dengan riwayat perjalanan mengunjungi negara ASEAN (kecuali Malaysia untuk perlintasan darat dan laut), Jepang, Swiss, atau Britania Raya.

Sebagai syarat, pengunjung juga wajib menyertakan bukti tempat tinggal selama karantina 14 hari. Otoritas Singapura akan melakukan pengecekan terhadap wajib SHN dan melakukan penegakan hukum terhadap yang melanggar. Jika terbukti tak mematuhi SHN selama berada di Singapura, sesuai dengan Infectious Diseases Act Singapura maka akan dikenakan hukuman berupa denda sampai dengan 10.000 SGD dan/atau penjara 6 bulan. (rah)

 

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: