BERANDA BERITA INFO HAJI

Menag: Pemerintah Subsidi Rp 34 Juta per Jamaah Haji

Menag Fachrul Razi. Foto: dream

Jakarta, hajinews.id-Menteri Agama Fachrul Razi mengakui, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) tahun ini harus mensubsidi Rp 34 juta per jamaah haji Indonesia.

Padahal jumlah jamaah haji reguler Kemenag tahun ini mencapai 210 ribu orang dan 4200 petugas haji Indonesia. Sehingga total subsidi mencapai Rp 7,1 triliun.

“Seharusnya Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) mencapai Rp 69,2 juta perorang, namun jamaah hanya membayar Rp 35,2 juta perorang,” ujar Fachrul Razi di Jakarta, Selasa (18/2).

Sementara itu pada bulan haji tahun ini, Fachrul Razi yakin Pemerintah Arab Saudi akan menambah kuota jamaah haji Indonesia sebesar 10 ribu orang,  sehingga kuota haji kita menjadi 231 ribu orang.

“Dilihat body language (bahasa tubuh), Pemerintah Arab Saudi sepertinya mau memberikan tambahan kuota sebanyak 10 ribu orang,” ujarnya.

Berita Terkait

Terkait pelayanan haji tahun ini,  Fachrul menegaskan pihaknya akan menambah layanan konsumsi bagi jamaah haji Indonesia di Makkah dari 40 menjadi 50 kali.  Sehingga jamaah bisa fokus pada persiapan ibadah.

“Kami juga akan memberikan layanan Eyab (VIB Lounge) di Bandara Jeddah dan Madinah. Karena tahun lalu hanya dinikmati 55 kelompok terbang (kloter), terdiri dari 17 kloter di Bandara Jeddah dan 28 kloter di Bandara Madinah. Selain itu, kami juga menambah layanan toilet jamaah haji di Mina. Pemerintah Arab Saudi sekarang ini telah membangun 60 ribu toilet di Mina,” katanya.

Menag menjelaskan, meskipun banyak pelayanan haji yang meningkat, tetapi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) tahun ini tetap, atau sama dengan tahun lalu rata-rata sebesar Rp 35,2 juta.

Diakuinya, bahwa sesungguhnya BIPIH untuk jamaah haji Indonesia sebesar Rp 69,2 juta dan kekurangan tersebut diambil dari subsidi manfaat tabungan jamaah haji yang dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).(wh/djt)

 

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: