KOLOM MUTIARA HIKMAH UTAMA

Orang Sesat Tak Memberi Madharat Jika Kamu Beriman

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ ۖ لَا يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

 

Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS.Almaidah ayat 105).

Dari Amru bin Aun RA, bahwa Abu Bakar Ash-Siddiq setelah bertahmid dan bertakbir berkata, “Wahai manusia sekalian. Kalian telah membaca ayat ini, (QS Al-Maidah: 105 ‘Jagalah dirimu. Tidaklah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu, apabila kamu telah mendapat hidayah’). Namun kalian tidak meletakkan sebagaimana mestinya.

Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya orang yang melihat kedzaliman, kemudian tidak mencegah dengan tangannya, maka sangat dikhawatirkan bahwa Allah SWT akan menimpakan siksa kepada mereka secara merata’” (H.R. Abu Dawud, Shahih Nomor 3775).

Menurut Tafsir Jalalayn:

Yang dimaksud dengan makna لَا يَضُرُّكُمْ (tidak akan membahayakan/madharat kepadamu) orang yang sesat ialah golongan Ahlul Kitab. Menurut pendapat lainnya, yang dimaksud dengan mereka adalah orang-orang selain Ahlul Kitab, pendapat ini berlandaskan pada hadisnya Abu Tsa’labah Al-Khusyani. Dalam hadisnya Al-Khusyani mengatakan, “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW tentang makna ayat ini; kemudian beliau menjawab, ‘Saling perintah-memerintahkanlah kamu sekalian kepada kebaikan, dan saling cegah-mencegahlah kamu sekalian tentang kemungkaran, hingga jika kamu melihat orang yang bakhil (pelit) ditaati; hawa nafsu mulai diikuti; keduniawian paling dipentingkan; dan orang-orang yang berakal mulai merasa kagum dengan akalnya sendiri, maka peliharalah dirimu.'”

Dalam kajian tafsir disebut bahwa orang sesat tidak akan memberi madharat jika kita beriman, dan orang beriman tetap berkewajiban amar maruf nahi munkar.

Semoga bermanfaat. ( Bustanul Arifin)

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: