KOLOM MUTIARA HIKMAH UTAMA

Renungan Sore: Penantian

Renungan M Zuhdi Zaini {dok)

Oleh M Zuhdi Zaini

Usia hamba kini telah senja, tidak lama lagi perpisahan pasti akan terjadi.

Bukan hanya berpisah dengan sanak, famili, sahabat dan kerabat, bahkan jasad dan ruh pun akan berpisah untuk selamanya.

Tuhan telah memperlihatkan kepada hamba bahwa kematian itu pasti adanya.

Hamba telah menyaksikan kematian yang dialami oleh orang dekat, keluarga dan tetangga.

Namun apakah hamba dapat mengambil pelajaran dari kematian yang disaksikannya?

Hamba sadar bahwa kematian itu pasti datang, namun, mengapa tidak mempersiapkan datangnya hari penantian.

Tanda-tanda panantian sudah dirasakan, namun sering terlupakan.

Uban di kepala telah memutih. Gigi satu demi satu tanggal. Kecantikan dan ketampanan mulai memudar dan fisik mulai lemah tak berdaya.

Saat kematianmu tiba, tidak ada seorangpun yang dapat membela. Hanya engkau sendiri menghadapinya.

Anak, isteri, sanak famili, sahabat dan kerabat, bersedih, namun hanya sebatas kesedihan dan doa.

Namun, engkau tetap sendiri, sendiri dan sendiri, tidak ada yang mau menemani sekalipun kekasih hati.

Sahabat hanya mengucapkan bela sungkawa dan doa melalui WA, itupun tidak sanggup engkau membacanya.

Karangan bunga yang berjejer di halaman rumah, yang berisi ucapan duka, tidak sanggup engkau melihatnya.

Mobil mewah yang engkau miliki hanya mengantarkanmu, namun engkau di mobil jenazah dan beberapa orang saja. Karena tidak banyak orang yang bersedia duduk di mobil jenazah bersamamu.

Rumah yang megah, harta yang melimpah, kendaraan mewah serta hektaran tanah hanya menjadi alat hisab bagi dirimu.

Inilah hari penantian, yang tidak pernah dinanti oleh semua insan.

Inilah hari penantian, hari yang tidak pernah diharapkan oleh siapapun.

Inilah hari penantian, hari perpishaan dan hari kematian, karena kematian menghilangkan semua kenikmatan dan kelezatan duniawi.

Semoga hamba Husnul khatimah, selamat jalan menuju perjalanan yang lebih abadi menuju Tuhan Robbul Izzati.

Jakarta, 5 Februari 2020

*M Zuhdi Zaini*

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: