BERANDA BERITA HUKUM JIWASRAYA GATE UTAMA

Said Didu: Perampoknya Asabri Sudah Ngaku, Kembalikan Juga Uang di Jiwasraya

M Said Didu. (Antara Foto)

JAKARTA, hajinews.id – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu menanggapi ihwal pertanggungjawaban Dirut PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat  dalam kasus kerugian PT Asabri.

Said Didu melalui akun Twitternya, @msaid_didu, menyinggung soal kasus perampokan di Asabri. Said Didu menyebut jika perampok Asabri sudah mengaku.

Tak hanya Asabri, Said Didu menyebut jika Benny dan Heru juga melakukan ‘perampokan’ di Jiwasraya.

Selanjut dia mendesak publik untuk meminta Benny dan Heru agar mengembalikan uang yang dirampok di Jiwasraya.

Di akhir cuitannya, Said Didu menegaskan jika mengembalikan uang bukan berarti terbebas dari pidana.

“Nah – siapa yg katakan tdk ada perampokan di Asabri ? Ini perampoknya sdh ngaku.

Orang ini juga yg lakukan hal yg sama di Jiwasraya.

Ayo paksa juga mereka kembalikan uang rampokan di Jiwasraya.

Berita Terkait

Tapi ingat, pengembalian uang tdk menghilangkan pidana,” tulis Said Didu, Kamis (30/1/2020).

Sebelumnya, Direktur Utama PT Asabri (Persero) Sonny Widjaja mengungkapkan, investasi perusahaan di grup usaha Benny Tjokro dan Heru Hidayat membuat aset perusahaan turun.

Terkait hal tersebut, Sonny menyebut, Benny dan Heru mau bertanggung jawab dan bersedia mengganti investasi perusahaan sebesar Rp 10,9 Triliun.

“Akhirnya mereka komitmen, Anda (anggota DPR) saya berikan berkasnya, beliau sudah tanda tangan notariat, potensi kembali, kalau saya gabung dua orang, dua orang kurang lebih akan ketemu Rp 10,9 triliun,” ujar Sonny saat rapat dengar pendapat di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Sonny mengaku telah meminta pertanggungjawaban kedua orang tersebut pada pertengahan 2019 lalu. “Tanggung jawab beliau sudah kita minta karena pertengahan 2019 ketika sahamnya semakin menurun tidak perubahan, tidak ada recovery yang bersangkutan kita panggil. Kita minta pertanggungjawaban, karena saya bilang uang prajurit dan Polri mereka bersenjata,” papar Sonny.

Sonny menjelaskan, total aset Asabri pada 2018 tercatat sebesar Rp 19,4 triliun. Lalu pada 2019, tercatat aset perseroan tersebut menurun menjadi Rp 10,6 triliun. Namun, laporan keuangan Asabri di 2019 belum diaudit.

“Ini terjadi karena penurunan nilai saham dan reksa dana. Dan yang menonjol adalah saham dan reksa dana dua orang yang menjadi tetangga sebelah kita,” jelas Sonny.

Kejaksaan Agung sejauh ini sudah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus Jiwasraya.

Kelima tersangka tersebut yaitu, Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Harry Prasetyo, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim, dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan. (rah/berbagai sumber)

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: