Kerugian Banjir di Jakarta belum Bisa Diperkirakan, Anies: Kita Fokus Rehabilitasi

Gubernur DKI Anies Baswedan. Foto: antara


banner 500x500

banner 800x800





Jakarta, hajinews.id-Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan mengevaluasi penanganan banjir Jakarta sejak mulai menggenangnya air pada 1 Januari 2020.

“Tentu di semua lokasi kita lakukan evaluasi, mana yang curah hujan tinggi. Di situ kami siapkan lebih banyak alat-alat, juga banyak sehingga kita mempercepat pengaliran genangan,” kata Anies di Kampung Pulo, Jakarta, Sabtu (5/1).

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Nantinya, Pemprov selalu mengontrol kinerja pompa yang berjumlah 478 unit dan tersebar di lebih dari 140 lokasi itu, agar bisa beroperasi selama 24 jam untuk bisa menguras air sejak banjir menerjang.

“Dan Alhamdulilah, pompa berfungsi dengan baik. Indikasinya kemarin ketika hujan deras luar biasa itu, 85 persen wilayah Jakarta itu aman dan jumlah curah hujannya luar biasa bertahap. Bisa dialirkan dan dalam dua hari tinggal 15 persen, kami apresiasi sekali seluruh jajaran yang bekerja 24 jam menguras air untuk bisa kembali kering,” katanya.

Ketika ditanyakan terkait ditemukannya pompa air yang rusak seperti di Teluk Gong dan Gunung Sahari, Anies menyebut bahwa itu bukanlah disebabkan pompa yang rusak. Namun karena tidak adanya pasokan listrik lantaran PLN memutus aliran listrik demi keamanan warga.

“Jadi sebenarnya itu bukan pompa rusak, tapi ketika itu terendam oleh air, sehingga listriknya harus dimatikan. Karena listrik mati lalu didatangkan genset. Setelah kirim genset jalan lagi. Itu kondisinya di lapangan. Pompa itu dikerjakan oleh tujuh orang dengan yang standby tiga orang agar bisa berfungsi 24 jam secara aman,” ujarnya.

“Kalau pun ada temuan kerusakan, akan langsung diperbaiki. Kita temukan di lapangan. Dengan kerja nonstop lalu kemudian mengalami gangguan. Begitu mengalami gangguan langsung diperbaiki,” tuturnya.

Total kerugian yang timbul akibat banjir, kata Anies, belum bisa ditaksir karena pihaknya sedang berfokus untuk pengamanan korban dan rehabilitasi pemukiman.

“Belum ada taksiran sekarang. Ini fokusnya pengamanan dulu, lalu rehabilitasi. Saya juga mengajak kepada semua masyarakst besok untuk ikut membantu saudara kita yang rumahnya dan kampungnya terdampak, sambil kita ikhtiarkan untuk yang masih tergenang agar bisa segera tuntas,” kata Anies menambahkan.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta pada Sabtu pukul 18.00, masih ada 54 RW yang terendam banjir dengan rincian Jakarta Utara tujuh RW, Jakarta Barat 36 RW, Jakarta Selatan delapan RW dan Jakarta Timur tiga RW dengan jumlah pengungsi masih tersisa 5.184 jiwa di 25 lokasi pengungsian.

Diketahui, akibat hujan deras sejak 31 Desember 2019 malam hingga 1 Januari 2020 pagi, menyebabkan banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), hingga ribuan orang harus mengungsi. Pemprov DKI Jakarta menurunkan 120 ribu petugas untuk menanggulangi banjir tersebut. (wh/ant)

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *