Pengajar Materi Khilafah Dituding Menyimpang, DPR Minta yang Dibenahi Pendidik

Menteri Agama Fachrul Razi. (dok.Ist)
banner 800x800 banner 678x960

JAKARTA, hajinews.id – Menteri Agama Fachrul Razi menyebut khilafah memang ada di sejarah Islam, namun para pengajar saat ini menurutnya menyimpang.

“Memang kalau di sejarah Islam ada (khilafah), tapi pengalaman yang lalu ya mungkin nggak tahu kesalahannya di mana yang jadi pengajarnya justru menyimpang ke mana-mana, mengkampanyekan khilafah,” kata Fachrul Razi di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (9/12/2019).

Bacaan Lainnya


banner 678x960

Rencana penghapusan materi khilafah dalam pelajaran agama di sekolah madrasah oleh Kemenag memunculkan pertentangan. Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily menilai proses belajar-mengajar yang mengandung konten khilafah serta perang atau jihad tak perlu dihapus dalam mata pelajaran agama karena bagian dari sejarah Islam.

Saat disinggung mengapa tidak para pengajarnya saja yang diatur jika memang dianggap mengaburkan materi tentang khilafah? Menurut Menag, materi tentang khilafah memang harus dibatasi. “Harus dua-dua, materinya juga kita waspadai, dikasih batasannya supaya tidak melebar ke mana-mana, pengajarnya juga,” ucap Menag.

Adapun menurut Ace bahwa yang terpenting para pemateri harus mengajarkan kepada peserta didiknya kalau penerapan konsep khilafah di Indonesia tidak dibenarkan. “Jadi yang seharusnya dikedepankan adalah kemampuan para pendidik untuk menjelaskan tentang konsep kenapa kita menerapkan sistem kenegaraan kita saat ini dimana Pancasila dan NKRI sebagai pilihan yang tepat dan keharusan kita mengedepankan moderasi beragama,” kata Ace dalam keterangan tertulis, Senin(9/12/2019).

Ace menekankan khilafah adalah bagian dari khazanah pemikiran politik Islam yang pernah diterapkan dalam sejarah Islam. “Khilafah merupakan bagian dari sejarah khazanah produk sejarah dalam Islam. Sementara jihad juga bagian dari doktrin dari ajaran Islam yang penting untuk dipelajari dan dimaknai secara komprehensif,” ujar Ace.

Karena itu Ace menegaskan, sejarah tersebut  tak boleh dihapuskan. “Khilafah itu merupakan produk sejarah dalam Islam yang jejak-jejak peradabannya masih dapat kita lihat hingga saat ini. Kita tidak boleh menghapus fakta sejarah itu,” tutur Ace.

“Anak didik juga perlu tahu tentang bagaimana sejarah kekhalifahan Utsmaniyah, kekhalifahan Abbasiyah, hingga kekhalifahan Turki Utsmani yang terakhir di Turki. Ini fakta sejarah yang harus tetap disampaikan kepada peserta didik dan menjadi bagian dari sejarah Islam,” lanjut politisi Partai Golkar ini. (rah/detik/cnnindonesia)

 


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *