Kebijakan Ari Askhara Monopoli Penjualan Tiket Umrah

Ari Askhara.




JAKARTA, hajinews.id – Syarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (Sapuhi) ikut angkat bicara terkait pemecatan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Ari Askhara yang terlibat kasus penyelundupan. Menurut Sapuhi banyak kebijakan yang dibuat Ari merugikan negara dan masyarakat khususnya bidang penyelenggaraan ibadah umrah.

“Kebijakan Dirut AA banyak sekali merugikan negara khususnya masyarakat di ruang lingkup bidang umrah,” kata Pengurus Syarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia bidang hubungan luar negeri Riza Palupi di Jakarta, Jumat (6/12).

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Disebutkan, kebijakan Ari yang dinilai telah merugikan sebagian pengusaha Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) itu adalah, Ari telah menunjuk lima travel besar untuk menjual tiket Garuda.

Menurut Riza, sistem monopoli inilah membuat pengusaha di luar lima travel besar itu merugi termasuk negara sendiri. “Khususnya monopoli kebijakan yang dibuat oleh salah satu oknum Garuda yang membuat pangsa pasar Garuda sendiri turun,” ujarnya.

“Kenapa keuangan Garuda merugi, karena setelah dikeluarkan kebijakan hanya lima travel besar yang dapat menjual tiket umrah, Garuda menjadi tidak bisa menyerap pasar umrah di beberapa daerah di Indonesia. Atas kebijakan monopoli itu, beberapa penerbangan umrah di daerah tutup,” lanjut Riza memaparkan.

Riza menegaskan, harusnya Garuda sudah jalan seperti flight  Solo, Balikpapan, dan Makassar. “ “Untuk umrah itu banyak disetop di bulan Januari lalu,” ucapnya.

Dia menekankan, semua kondisi itu terjadi karena kebijakan Ari yang melakukan monopoli penjualan tiket. Padahal kebijakan itu membuat untung penjualan tiket maskapai yang lain terutama di daerah-daerah.

“Jadi kebijakannya memperkuat pasar kompetitor, jadi yang masuk Malaysia Airlines, Lion Air, padahal pasar umrah itu peluang buat Garuda untuk memaksimalkan penjualannya,” katanya.

Riza berpendapat, pemecatan Ari sekarang ini tidak terlepas dari kebijakan monopoli terhadap penjualan tiket. Ia menduga barang-barang yang dibeli itu hasil dari kebijakan monopoli. “Maksudnya uang yang diuntungkan dari cara gak halal itu, monopoli itu akhirnya dia beli-beli buat yang kaya gitu,” ujar dia.

Menurutnya, kendaraan mahal seperti Harley merupakan salah satu dari banyak modus penyelewengan yang di Garuda. Selanjutnya, pihak berwajib harus bisa mengungkap modus-mudus lainnya.

Sementara itu Ari Askhara dan juga VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan yang dihubungi berkali-kali tak merespons. (rah/republika)

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.