Awak Kabin Garuda: Tak Butuh Direktur Kaleng-kaleng hingga Sindir Gaji Dirut

Bermacam karangan bunga terpampang di Kementerian BUMN, Jumat (6/12/2019).




JAKARTA, hajinews.id – Beragam karangan bunga terpampang di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyusul langkah tegas  Menteri BUMN Erick Thohir mencopot Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Ari Askhara dalam kasus penyelundupan.

Berbagai karangan bunga itu berjejer di pintu masuk menuju parkir basement Kementerian BUMN Jakarta, Jumat (6/12/2029).  Menurut keterangan petugas keamanan, setidaknya ada tujuh karangan bunga yang dipasang menumpuk di satu area.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Berdasarkan pencantuman tulisan di karangan bunga, pengirim berasal dari sejumlah pihak di antaranya Yayasan Awak Kabin Indonesia dan Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia.

Karangan-karangan bunga tersebut menyampaikan dukungan dan terima kasih kepada Erick yang memecat Ari Askhara karena melakukan pelanggaran. Selain menuliskan kalimat ucapan terima kasih, dalam karangan bunga di antaranya juga tertulis: “Garuda Indonesia Tidak Butuh Direktur Kaleng-Kaleng, Bea Cukai Sudah Menyelamatkan Garuda dari Pimpinan yang Tidak Punya Integritas, hingga Gaji Dirut Garuda Harusnya Cukup Kok Buat Beli Harley.”

Ari Askhara, Direktur Utama Garuda Indonesia yang diketahui sebagai anak emas Rini Soemarno sewaktu masih menjadi sebagai menteri BUMN akan dicopot karena terkait skandal Harley Davidson.

Erick mengumumkan ihwal pencopotan itu dalam konferensi pers yang berlangsung di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (5/12/2019).

Dengan adanya kasus pencopotan Ari, jajaran direksi Garuda Indonesia kompak membisu. Bahkan, Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah sampai berlari keluar dari ruang rapat Komisi VIII DPR untuk menghindari wartawan. Pikri memilih keluar melalui jalan belakang yang menuju kantin saat diserbu wartawan setelah rapat yang membahas biaya penerbangan haji.

Serupa dengan Pikri, VP Corporate Secretary Garuda Indonesia M. Ikhsan Rosan juga enggan berkomentar banyak saat ditemui dalam kesempatan yang sama. Dia hanya mengatakan pihaknya akan mengikuti instruksi menteri BUMN yang sudah disampaikan di Kemenkeu. ”Itu kami nggak ngasih komen lah. Kan Pak Menteri (BUMN, Red) sudah ngasih statement. Kami ikut saja,” ucap dia. (rah)

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.