Dengar Kata Sri Mulyani: Ini  Strategi Pemerintah Hadapi Resesi Dunia

Menteri Keuangan Sri Mulyani. (dok)

banner 800x800

banner 400x400

Jakarta, hajinews.id,- Menteri Keuangan Sri mulyani mengatakan bahwa ekonomi dunia sedang dalam ketidakpastian. “Hari ini kita percaya proyeksinya begini, besok bisa berubah sama sekali. Ini pemberat dari kemajuan ekonomi dunia,” ujar Sri mulyani dalam acara CNBC Indonesia Awards 2019 di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Untuk diketahui, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan ekonomi dunia hanya tumbuh 3% pada 2019. Lumayan jauh melambat dibandingkan 2018 yaitu 3,6%.

Bacaan Lainnya

“Kalau ekonomi dunia sudah [tumbuh] 3%, itu sudah dekat dengan resesi atau sudah resesi. Dunia terdiri dari negara maju dan berkembang, biasanya negara berkembang tumbuh lebih tinggi. Sekarang berarti sudah all across the board, berarti semua negara melemah,” ungkap Sri Mulyani.

Penurunan pertumbuhan ekonomi global 0,6%, tidak main-main.  Hal ini sama seperti size-nya Afrika Selatan, berarti satu ekonomi hilang.

Oleh karena itu strategi pemerintah siap untuk menggelontorkan berbagai insentif. Langkah tersebut ditempuh untuk menggenjot investasi dan pertumbuhan ekonomi.

Salah satu yang dipersiapkan adalah insentif perpajakan. Karena menurut Sri Mulyani, kebijakan fiskal merupakan alat yang sangat menolong dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dari sisi permintaan. Di tengah komponen penawaran atau investasi yang tengah melemah.

Pada kuartal III-2019, investasi atau Penanaman Modal Tetap Bruto (PDB) hanya tumbuh 4,21% year-on-year. Jauh melambat ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya yaitu 6,96%.

“Pertumbuhan ekonomi memang di atas 5%, tetapi kita mesti mewaspadai investasi yang tumbuh di bawah 5%. Kita memberikan tax allowance, tax deduction, untuk meningkatkan competitiveness. Saya terus adjust kebijakan fiskal agar sesuai dengan tantangan yang kita hadapi,” kata Sri Mulyani.

Selain itu juga, lanjut dia dalam waktu dekat, pemerintah akan segera menyerahkan RUU Omnibus law kepada DPR.

“Sering rapat di kabinet, di tempat wapres, makan siang-malam, dan menghilangkan halangan investasi. Ada 72 UU yang menghalangi dan di-address dalam omnibus law. Kemenkeu akan sampaikan omnibus law ke DPR pada Desember,” ungkap Sri Mulyani.

Omnibus law akan menjadi payung besar bagi puluhan undang-undang terkait investasi dan penciptaan lapangan kerja. Jadi nantinya investor tidak perlu pusing lagi membolak-balik buku undang-undang, cukup merujuk ke omnibus law. (fur/cnbc).


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.