Beberapa Cara Tingkatkan Kepercayaan Diri Penyandang Difabel





Jakarta, hajinews.id-Bersikap ramah dan menyesuaikan diri pada penyandang disabilitas bisa meningkatkan kemandirian dan kepercayaan diri mereka. Ingat, para difabel tetap punya hak dan kesempatan yang setara dengan mereka yang normal.

Dalam laman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) disebutkan sedikitnya 10 persen dari populasi dunia, atau 650 juta orang, hidup dengan disabilitas. Yang menyedihkan, ada 20 persen dari orang miskin dunia adalah penyandang disabilitas.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Persentase anak-anak penyandang disabilitas yang tidak bersekolah sangat bervariasi, yaitu antara 65-85 persen di beberapa negara Afrika. Di banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah, ada 5-15 orang penyandang disabilitas yang memerlukan perangkat dan teknologi untuk membantu mereka.

Dilansir dari Disability Awareness 4 You, untuk bersikap ramah pada penyandang disabilitas bisa dilakukan dengan beberapa cara sederhana:

  1. Perlakukan Mereka Sama
    Selalu perlakukan penyandang disabilitas secara setara. Semua orang ingin memiliki teman, kebahagiaan, dan kesempatan. Jangan pernah takut, skeptis, atau malu mendekati seseorang dengan disabilitas.
  2. Selalu Tanyakan sebelum Membantu
    Orang-orang penyandang disabilitas memiliki berbagai tingkat independensi. Jangan pernah menganggap seseorang dengan disabilitas memiliki level rendah. Jika seseorang terlihat seperti sedang berjuang, tanyakan sebelum membantunya. Mereka mau menerima bantuan, atau mereka ingin semua dibiarkan mandiri. Penyandang disabilitas justru lebih tangguh dan kuat dalam hidup mandiri.
  3. Jangan Anggap Berbeda
    Jangan pernah berasumsi atau merendahkan mereka. Cukup perlakukan mereka sebagai individu karena semua orang harus diperlakukan sama.
  4. Jangan Menatap Terlalu Lama
    Mereka tak suka diperhatikan dengan pandangan yang terlalu lama. Hal itu bisa menyinggung perasaan. Hargai dan pahami perasaan mereka.
  5. Menghargai
    Sebaiknya menunjukkan sikap saling menghargai dan jangan menyinggung soal kekurangannya. Anda baru boleh bertanya ketika dia sudah merasa nyaman. Setiap orang memiliki privasi. Selalu minta izin untuk membahas isu disabilitas sebelum bertanya. (wh/jawapos)

 

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.