Awas, Teror Bisa Terjadi di Awal 2020

Petugas Densus 88 Antiteror saat menjalankan tugas. Foto: Antara




 Jakarta, hajinews.id-Pengamat intelijen Ridlwan Habib menyatakan, potensi teror tidak hanya terjadi di akhir tahun, namun juga berpotensi di awal tahun 2020. Untuk itu, dia menyarankan agar seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan.

Saran memperpanjang kewaspadaan dia sampaikan berkaca pada peristiwa bom Thamrin pada Januari 2016. Ketika itu, kewaspadaan tingkat tinggi dilakukan pada akhir tahun 2015, yaitu pada momen menjelang perayaan Natal sampai Tahun Baru 2016.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

“Yang terjadi adalah serangan dilakukan di bom Thamrin Sarinah pada tanggal 11 Januari 2016, artinya setelah kewaspadaan itu turun,” kata Ridlwan Habib seperti dilansir kantor berita Antara di Jakarta, Rabu (4/12).

Dia meminta, kewaspadaan jangan hanya terfokus pada beberapa hari di 25 dan 31 Desember serta 1 Januari saja. Hal itu karena pola yang dipakai pelaku teror kian waktu terus berubah.

Untuk akhir 2019 sampai Januari 2020 ini, menurut Ridlwan, cukup berpotensi terjadi serangan teror. Namun modelnya sedikit berubah kalau dibandingkan dengan kejadian pada tahun-tahun sebelumnya.

“Mereka menunjukkan konsistensi dan eksistensi bahwa mereka tetap eksis dan ada di Indonesia, untuk menunjukkan itu pada pimpinan mereka (ISIS) Abu Ibrahim Al Hashimi yang menjadi amir khilafah mereka di Suriah,” katanya.

Kemudian metode yang mungkin dipergunakan para pelaku teror tersebut menurut dia, serupa dengan yang terjadi pada mantan Menkopolhukam Wiranto.

“Serangan kecil menggunakan pisau, bahan-bahan yang ada di sekitar kita, dilakukan secara khusus kepada figur-figur atau orang-orang yang dianggap menjadi musuh mereka,” ujar Ridlwan. (wh/ant)

 

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.