Survey Membuktikan Indonesia Tidak Darurat Radikalisme

banner 800x800 banner 678x960

Jakarta, hajinews.id,- Indonesia ternyata tidak sedang mengalami darurat radikalisme dan Islam politik, seperti digembar-gemborkan melalui SKB 11 Menteri.

Hasil survey Parameter Politik Indonesia menunjukkan angka bahwa mayoritas masyarakat Indonesia justru moderat.

Bacaan Lainnya


banner 678x960

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno memaparkan, hasil survei lembaganya menunju
dengan data bahwa 81,4 persen masyarakat menganggap Pancasila dan agama sama penting. Adapun kelompok yang menyatakan agama lebih penting dari Pancasila hanya 15,6 persen.

“Persepsi Pancasila sama penting dengan agama merata di semua segmen demografi dan pendukung partai politik. Jadi, pertentangan antara agama dan negara itu sebetulnya telah selesai di Indonesia ini,” ujar Adi Prayitno di kantornya, bilangan Pancoran, Jakarta Selatan pada Jumat, 29 November 2019.

Berdasarkan hasil survei ini, politikus PKS Nasir Djamil mengatakan, tak seharusnya negara mencurigai agama lewat polisi-polisi masjid yang mengawasi ceramah ustad-ustad. SKB 11 Menteri juga seharusnya ditiadakan, sebab Indonesia tidak sedang darurat radikalisme.

Survey Parameter Politik Indonesia dilakukan pada 5-12 Oktober 2019 dengan menggunakan metode stratified multistage random samplingyang melibatkan sampel sebanyak 1.000 responden.

Pengumpulan data dilakukan dengan metodeface to face interview menggunakan kuisioner yang dilakukan oleh surveyor terlatih. Adapunmargin of error survei ini sebesar ± 3,1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.(fur/tempo).


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *