Polisi Pastikan Pengamanan Reuni 212 Tak Pakai Senjata Api

Polda Metro Jaya menggelar apel pengamanan Reuni 212 di kawasan Monas, Jakarta.




Jakarta, hajinews.id – Polda Metro Jaya menggelar apel pengamanan Reuni 212 dan menyerukan pengamanan humanis terhadap kegiatan tersebut. Kepolisian memastikan pengamanan tak ada yang menggunakan senjata tajam dan senjata api.

“Yang harus teman-teman harus paham bahwa ini kegiatan keagamaan, kegiatan kemasyarakatan. Tidak ada yang boleh menggunakan senjata tajam, senjata api. Semuanya harus dilaksanakan dengan humanis,” kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Wahyu Hadiningrat di Monas, Jakarta, Minggu (1/12).

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Dalam apel ini, hadir personel gabungan polisi dan anggota TNI sebanyak 993 orang. Namun personel gabungan yang bakal mengamankan Reuni 212 besok berjumlah 9.023 personel. Mereka juga diinstruksikan untuk membantu peserta aksi supaya tidak tersesat.

“Rekan-rekan harus bisa menjadi pengarah arah bagi masyarakat yang datang karena banyak yang datang dari daerah. Mereka tidak tahu, jadi tolong diarahkan,” kata Wahyu.

Dia juga berpesan agar semua personel menjaga kondisi fisik. Soalnya, kegiatan Reuni 212 bakal dimulai pada dini hari. Selain itu, kawasan aksi juga perlu tetap terjaga dari kerusakan.

“Saya juga perlu ingatkan bahwa kegiatan ini akan dimulai pukul 02.00 WIB dini hari sampai 08.00 WIB pagi, untuk itu perlu menjaga stamina, diatur waktunya. Kapan istirahat, kapan berdiri. Jaga kebersihan dan kerapian selama bertugas,” tutur Wahyu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menambahkan sebanyak 9.023 personel polisi yang disiagakan untuk menjaga Reuni 212 di Lapangan Monas akan ditempatkan di tujuh titik.

“Apel hari ini gabungan kekuatan TNI-Polri, berjumlah 9.023 personel yang kita lakukan apel saat ini. Beberapa personel akan kita tempatkan pada 7 sektor. Jadi semuanya ini bentuk pelayanan biasa,” ujar Yusri.

“Kita melayani masyarakat seperti yang disampaikan Bapak Wakapolda dalam bentuk menyiapkan keamanan dan kalau butuh pengawalan kita kawal bahkan sampai nanti di titik bubar akan kita kawal sampai kita kembali ke tempat masing-masing,” lanjut Yusri. (rah/detik)

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.