Non Muslim Dilarang Masuk Mekah dan Madinah, Ini Alasannya





Hajinews.id,- Hanya dengan membayar visa kunjungan wisata 80 dolar, para pelancong dari 49 negara bisa masuk ke Arab Saudi. Ini ketentuan yang diberlakukan kerajaan Arab Saudi sejak September lalu.

Tapi tidak semua kita bisa dimasuki pelancong. Mekah dan Madinah adalah dua kota suci yang tetap steril dari orang non muslim.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

BBC pada Selasa (26/11) memberitakan, beberapa lokasi yang bisa dikunjungi pemegang visa kunjungan ini seperti kawah vulkanik Al Wahbah dekat kota Taif, kota kuno Madain Saleh, kota tua Jeddah, benteng masmak di Riyadh, Air mancur Raja Fadh di Jeddah, pantai Umluj dan beberapa destinasi wisata lainnya.    

Kerajaan juga mendorong orang untuk mengunjungi kota bersejarah Jeddah, Gerbang ke Mekah, Al-Ahsa Oasis, dan Daerah Hail, yang memiliki prasasti manusia dan hewan berusia 10.000 tahun,,” seperti dilansir New York Times

Lalu mengapa turis terutama non-Muslim tak bisa berkunjung ke Mekkah dan Madinah?

Ada perbedaan pandangan tentang hukum non-Muslim memasuki kota suci Makkah dan Madinah, sebagaimana  tertulis dalam surah at -taubah ayat 28.

Allah  SWT mengingatkan untuk melarang orang musyrik memasuki Masjid al-Haram. Namun demikian, kebanyakan ulama sepakat mengharamkan non-Muslim masuk dua kota suci itu. Imam Syafi’i dan Imam Hambali merupakan imam fikih yang mengharamkan memasuki Masjid al-Haram meskipun untuk kemaslahatan tertentu. Tetapi demikianlah terdapat pandangan berbeda bagi non-Muslim berada di Madinah.

Dalam kitab al-Mughni 9/285, 286 Ibnu Qudaamah berkata tak diperbolehkan bagi siapa pun dari orang kafir tinggal di Hijaz (wilayah Makkah dan Madina). Ini pandangan Imam Malik dan Imam Syafii. Namun Imam Malik mengatakan mereka harus diusir dari tanah Arab, karena Rasulullah mengatakan dua agama tak bisa hidup berdampingan di semenanjung Arab. (Fur/dbs).

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.