Busyro Muqoddas: Korupsi adalah Radikalisme Politik


banner 800x800

banner 400x400

Bojonegoro, hajinews.id,- Radikalisme ternyata tidak hanya terkait dengan agama, tapi juga perilaku politik.

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas yang juga Ketua PP Muhammadiyah ini mengatakan, wujud radikalisme politik adalah korupsi, dan ini sangat berbahaya.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan hal itu saat peringatan Milad 107 Tahun Muhammadiyah di GOR Dabonsia Bojonegoro kemarin (24/11/2019. 

Selain berupa korupsi, radikalisme politik juga diwujudkan pada kebiasaan tidak jujur dan berbohong pada rakyat. ’’Juga menuduh yang tidak-tidak,’’ jelasnya.

Busyro melanjutkan, tahun depan akan dilaksanakan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak. Jangan sampai pilkada itu dilaksanakan dengan caya yang tidak benar. Yakni dengan cara menyogok atau menyuap.  

’’Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengingatkan pada keluarga besar Muhammadiyah untuk mencegahnya. Jangan sampai pemilihan nanti ada main sogok, suap, atau riswah. Orang yang menyogok, penerima sogok, atau calonnya akan masuk neraka,’’ tegasnya.

Diapun yakin kalau Muhammadiyah itu banyak yang tidak jujur, maka tidak mungkin bisa seperti PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) Bojonegoro ini. ’’Juga PDM lainnya,’’ ujar pria asal Jogjakarta ini. 

Busyro berterima kasih pada Banser NU yang ikut membantu kelancaran kegiatan itu. Nanti, pada acara-acara yang dilaksanakan NU, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) tanpa diminta akan membantu. ’’Ini adalah ukhuwah islamiah,’’ jelas pria kelahiran 1952 itu.(fur/radar).


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.