Ide Memperpanjang Masa Jabatan Presiden Bahayakan Demokrasi

Waketum Partai Gerindra Fadli Zon. (net)




Jakarta, hajinews.id,- Wacana memperpanjang masa jabatan Presiden menjadi maksimal 3 periode makin banyak penolakan. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menilai wacana penambahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode membahayakan demokrasi. Menurut dia, dua periode adalah hasil konvensi dan sudah ideal.

“Ya saya kira itu wacana yang sangat berbahaya bagi demokrasi kita ya, harus dihentikan lah,” kata Fadli di Jakarta, Sabtu 23 November 2019.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Fadli mengatakan masa jabatan dua periode sudah menjadi konvensi dan amanat konstitusi. Sehingga ia rasa tak diperlukan untuk menambahnya menjadi tiga periode.

Sebelumnya kalangan pengusaha juga menolak ide gila tersebut. hal yang sama juga dikatakan PKS sebagai ide ngawur.

Fadli mengatakan memperpanjang periode jabatan presiden dapat memicu kontroversi dan kegaduhan yang tak ada gunanya. Justru bisa membuka kotak pandora, di mana orang-orang berpeluang mengomentari hal lain di luar itu.

“Nanti bisa pertanyaan dasar negara, bisa pertanyaan lagi ini, orang Indonesia asli atau bukan. Jadi menurut saya itu akan membuka semua pertanyaan, orang kan udah bisa meminta yang semacam itu nanti,” kata dia.

Fadli Zon menyebut membuka pembahasan hal tersebut sekarang ini, dapat memperparah situasi. Karena di sisi lain ekonomi masih kacau, dan ada juga ancaman disintegrasi sosial dan nasional. (fur/tempo/berbagai sumber).

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.