Renungan Malam: Suhu Panas di Musim Pancaroba? Bayangkan Panas Api Neraka?

Ilustrasi Panasnya Neraka. (Foto: tugaskitaberbagi.blogspot.com)

banner 800x800

banner 400x400

Jakarta, hajinews.id — Pada pekan terakhir bulan Oktober 2019, wilayah Jabodetabek mengalami cuaca kemarau. Bahkan, beberapa masyarakat mengeluhkan suhu panas. Bahkan, ketika memasuki bulan November ini, suhu panas masih kerap terjadi padahal sudah memasuki musim pancaroba.

Menurut BMKG, suhu panas yang terjadi di beberapa wilayah Jabodetabek, khususnya di Pulau Jawa pada akhir Oktober 2019 lalu disebabkan beberapa faktor. Di antaranya pertumbuhan awan minim dan semu matahari yang berada di sekitar ekuator atau garis khatulistiwa. Tercatat hingga saat itu, suhu panas mencapai 39 derajat celsius terjadi di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan. Meski di Jaboadetabek sudah hujan, namun di beberapa daerah masih mengalami musim kemarau.

Bacaan Lainnya

Dengan suhu panas mencapai 39 derajat celsius saja, sebagian masyarakat sudah ada mengeluh, meruntuk di dalam hati, atau bahkan banyak berdiam diri di dalam ruangan rumah atau kantor/gedung (dengan fasilitas AC/pendingin).

Pada renungan malam kali ini, bagaimana dengan panasnya suhu panas di akhirat?

Saatnya merenung. Pasalnya, ada sebuah penjelasan yang menyebutkan panas di bumi merupakan sebagian kecil dari suasana panas di akhirat, apalagi di neraka.

Renungkan hadis Nabi Muhammad SAW di bawah ini:

عن ابي هريرۃ رضي اﷲ عنه قال قال رسول اﷲ صلی اﷲ عليه وسلم اوقد علی النار الف سنۃ حتی احمرت ثم اوقد عليها الف سنۃ اخری حتی ابيضت ثم اوقد عليها الف سنۃ حتی اسودت فهي سوداء كليل المظلم

Dari Abu Hurairah ra, Bersabda Rasullah Saw., “Api neraka tekah dipanaskan selama seribu tahun sampai ia memerah, kemudian dipanaskan lagi selama seribu tahun hingga memutih, kemudian dipanaskan lagi seribu tahun hingga menghitam seperti malam yang gelap gulita.” (HR. Tirmizi & Ibnu Majah)

Tentang betapa panasnya api neraka, Menurut Ibnu Masud ra, karena begitu panasnya maka andai api neraka itu dimasukkan ke laut sebanyak dua kali tidak akan bisa mematikan nyala api itu sama sekali. Padahal itu hanyalah satu bagian dari 70 api dalam neraka sebagaimana dalam sebuah hadis dikatakan

عن أبي هريرة أن النبي صلى الله عليه وسلم قال ناركم هذه التي يوقد ابن آدم جزء من سبعين جزءا من حر جهنم قالوا والله إن كانت لكافية يا رسول الله قال فإنها فضلت عليها بتسعة وستين جزءا كلها مثل حرها

Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Nabi Muhammad Saw. berkata, Api kalian ini, yang dinyalakan oleh anak keturunan Adam adalah satu dari 70 bagian panasnya neraka jahanam.” Mereka berkata, “Demi Allah wahai Rasulullah, api di dunia ini sungguh telah cukup (untuk menyiksa)” Beliau bersabda, “Maka sesungguhnya api jahannam dilebihkan 69 kali lipat panasnya, dan setiap bagiannya memiliki panas yang sama seperti api di dunia” (HR. Al-Bukhari & Muslim)

Menurut Muhammad bin Abdul Rahman al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi, Allah memperlihatkan sebagian kecil api neraka di dunia agar manusia mengambil pelajaran darinya. Bahkan berdasarkan riwayat Baihaqi, api di dunia ini telah dicelupkan ke dalam lautan sebanyak dua kali agar manusia bisa memanfaatkan api tersebut.

Wallahu’alam.

(berbagai sumber/bincangsyariah.com)


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.