Kisah Hamza Bendelladj, Bobol Bank Amerika Untuk Warga Palestina

Hamza Bendeladj, pembobol Bank Amerika (dok)




Jakarta, Hajinews.id, Hampir setiap penjajahan ada saja orang yang tampil membela warga meski harus melakukannya dengan cara mencuri. Demikian halnya pembelaan seorang Hamza Bandellaj, membongkar Bank Amerika sampai trilyunan dan hasilnya dibagikan kepada korban penjajahan Israel yang didukung Amerika. Artinya Hamza membobol Bank Amerika untuk melawan Amerika. Pintar juga ini pemuda.

Sama atau hampir sama dengan yang terjadi di jaman dulu di Betawai. Ada pejuang bernama Si Pitung. Robin Hood Betawi ini merampok orang kaya yang pro Belanda, hasilnya dibagikan kepada rakyat yang miskin korban penjajahan.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Hal yang sama juga dilakukan Lokajaya yang kemudian bernama Sunan Kalijaga. Lokajaya menjadi tukang begal kepada orang kaya dan hasillnya dibagikan kepada orang miskin yang terjajah.

Dalam kisah Hamza, si Rpbin hood Palestina ini menurut pemberitaan Al-Jazeera, disebut sebagai pencuri berotak brilian. Hamza (27) , seorang lulusan Ilmu Komputer asal Aljazair, akan mendapat vonis dari pengadilan Amerika, Selasa (26/11/2019) mendatang.

Sekitar 10 tahun lalu, dia menanam virus komputer, untuk memeras uang dari sektar 200 bank dan perusahaa terkemuka di Amerika.

Dari aksinya itu, Hamza menyumbang uang miliaran hingga trilyunan rupiah untuk rakyat Palestina.

Hamza dikenal sebagai pencipta virus Trojan bernama SpyEye.

Virus ini sangat ganas, dan dirancang untuk melumpuhkan sistem IT perbankan.

Virus ini mencapai puncak popularitas pada rentang 2009 – 2011.

Dalam laporan Majalah Wired, diyakini, Hamza sukses melumpuhkan sebanyak 1,4 juta komputer di Amerika Serikat.

Sebelumnya, dia dinyatakan bersalah oleh hakim, dan menurut UU setempat, Hamza terancam hukuman pejara lebih dari 65 taun dan denda sebesar 14 juta dolar AS.

Lika-liku Hamza sebagai Robin Hood-nya Palestina, berakhir di Thailand.

Ia ditangkap di sana, dan pihak berwenang Thailand mengekstradisi Hamza ke Amerika pada 2013.

Amerika butuh 2 tahun untuk menangkap Hamza, yang di dunia hacker, dikenal dengan nama alias Bx1.

Hamza pun sering dijuluki sebagai ‘Happy Hacker’

Itu karena setiap kali difoto wartawan, dia selalu tersenyum.

Hamza seakan tak peduli bila dia tersangkut masalah hukum serius di Amerika.

Dia seakan bangga, meski akan dijatuhi hukuman penjara melebihi umur manusia. Kita tunggu pengadilan Amerika selanjutnya. (fur/dari berbagai sumber).

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.