Potensi Susu Sapi di Indonesia

Ilustrasi pemerahan susu sapi (dok)

banner 800x800

banner 400x400

Oleh Sri Rahayu Yogyana Sinurat, Mahasiswi Politeknik STIS Jakarta

Masih ingatkah anda slogan “4 sehat 5 sempurna” ? Jika ada orang yang menanyakan hal ini, mungkin banyak dari kita yang masih ingat, karena slogan ini sudah ditanamkan sejak kita kecil. Di dalam menu “4 sehat 5 sempurna” ada makanan pokok seperti nasi, lauk-pauk, sayur-mayur, buah-buahan, dan susu yang harus kita konsumsi.

Bacaan Lainnya

 Bicara tentang susu, walaupun hanya sebagai pelengkap saja, susu memiliki manfaat yang sangat besar bagi tubuh kita bahkan dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari. Salah satu jenis susu yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia bahkan di dunia   adalah susu sapi. Susu sapi mengandung kalsium, protein, vitamin D, kalium, dan fosfor yang sangat baik untuk tubuh kita. Jika dibandingkan dengan susu kedelai, susu sapi memiliki sekitar dua kali lipat jumlah protein dibandingkan dengan susu kedelai. Susu sapi  dapat memenuhi setengah dari asupan harian B12 yang direkomendasikan.

Dilihat dari segi manfaat susu yang sangat besar untuk tubuh kita, bagaimana dengan pemenuhan kebutuhan susu di Indonesia?  Apakah besar juga?

Dari segi produksinya, berdasarkan data dari  Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa  produksi susu sapi segar di Indonesia pada tahun 2018 mencapai 909.638 ton. Jumlah ini menurun 0.02 persen dibandingkan  tahun 2017 yang mencapai 928.108 ton. Populasi sapi perah di Indonesia pada tahun 2018 tercatat sebesar 550.141 ekor. Jumlah ini meningkat 0.02 persen dibandingkan  tahun 2017 yang mencapai 540.441 ekor

Produksi susu sapi segar terbesar di tahun 2018 berada di Pulau Jawa yaitu mencapai 543.551 ton atau 0,99 persen dari seluruh produksi susu sapi segar di Indonesia. Populasi sapi perah terbesar di tahun 2018 berada di Pulau Jawa yaitu tercatat sebesar 901.660 ekor atau 0,99 persen dari seluruh populasi sapi perah di Indonesia. Provinsi Jawa Timur berada pada urutan pertama dengan  produksi susu sapi segar mencapai 508.894 ton dan  populasi sapi perah sebesar 288.311 ekor.

Dilihat dari segi konsumsi, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa kebutuhan susu di Indonesia  2017 mencapai 4.448,67 ribu ton.  Dimana, konsumsi susu  masyarakat Indonesia hanya 16,99 kg/kapita/tahun (16,5 liter/kapita/tahun) dan belum mencapai target pemerintah Indonesia yaitu sebesar 20,56 kg/kapita/tahun (20 liter/kapita/tahun). Jika dibandingkan dengan semua negara di Asia Tenggara, untuk konsumsi susu masyarakat per kapita tiap tahun, Indonesia berada pada urutan paling bawah. Selain itu, Indonesia hanya mampu mencukupi 20 persen dari kebutuhan susu nasional sedangkan 80 persen lagi diimpor dari negara lain seperi Selandia Baru, Australia, Amerika Serikat, Belgia, dan negara lainnya.

Dari data komsumsi susu nasional tersebut yang terbilang cukup banyak, sebenarnya terselip potensi ekonomi yang sangat besar dan menjanjikan. Bahkan saat ini, Kementerian Pertanian sudah menargetkan agar Susu Segar Dalam Negeri (SSDN) bisa mencukupi kebutuhan sekitar 40 persen dari kebutuhan susu nasional. Hal tersebut bisa terwujud apabila ada peningkatan dari  usaha budidaya dan pengolahan susu sapi perah di Indonesia.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), perusahaan sapi perah pada tahun 2018 di Indonesia terbilang sedikit. Perusahaan sapi perah dengan status penanaman modal berasal dari dalam negeri  hanya tercatat sebesar 32 perusahaan sedangkan yang berstatus penanaman modal dari luar negeri (asing) tercatat hanya 1 saja. Dari data status modal tersebut  dapat dilihat bahwa sebenarnya perusahaan sapi perah Indonesia sudah mampu bersaing dengan perusahaan asing yang ada di Indonesia.

Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan populasi dan produksi sapi perah di Indonesia agar target 40 persen  Susu Segar Dalam Negeri (SSDN) dapat terwujud. Untuk mendorong peningkatan,  Kementerian Pertanian terus mendorong untuk terwujudnya kemitraan antara pelaku usaha IPS (Industri Pengolahan Susu)  dan importir dengan peternak, kelompok peternak dan koperasi peternakan sapi perah. Pelaksanaan kemitraan ini diatur dalam berbagai regulasi dan lintas kementerian.

Selain itu, dengan pesatnya perkembangan teknologi  diharapkan para peternak sapi perah lokal juga dapat menggunakan teknologi dengan baik untuk meningkatkan produksi susu sapi nasional. Jadi perlu adanya sosialisasi dan bantuan dari pemerintah ataupun perusahaan susu sapi perah mengenai cara yang efektif dan efisien dalam budidaya sapi perah dan produksi susu sapi perah. Sosialisasi dan bantuan tersebut sangatlah penting mengingat bahwa para peternak sapi perah lokal berkontribusi besar dalam pencapaian peningkatan produksi susu sapi di Indonesia.(*)


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.