Ekonomi Indonesia Masih Lesu, Ini Faktanya





Jakarta, hajinews.id,- Perekonomian Indonesia tidak bisa dikatakan baik-baik saja. Berbagai indikator perekonomian nasional menunjukkan ekonomi dalam negeri sedang lesu.

Perekonomian Indonesia terus tumbuh melambat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,07% secara year on year (YoY) pada kuartal I, kemudian turun menjadi 5,05% YoY pada kuartal II dan turun lagi menjadi 5,02% (YoY) pada kuartal III tahun ini.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Perlambatan ekonomi Indonesia terlihat semakin nyata. Walau risiko resesi masih jauh, tetapi bukan berarti ekonomi Indonesia baik-baik saja.Kekuatan utama perekonomian Indonesia adalah konsumsi.

Data lain yang bersifat lebih makro seperti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) juga mencerminkan bahwa optimisme masyarakat terhadap perekonomian dalam negeri terus tergerus. 

Angka IKK terus menurun dalam lima bulan terakhir. Pada Oktober, IKK mencatatkan angka terendah sejak Februari 2017.

Selain IKK, penjualan ritel RI juga tumbuh minimalis. Bank Indonesia (BI) mengumumkan sepanjang September tahun ini, penjualan ritel hanya dapat tumbuh 0,7% YoY. 

Melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 1,1% dan menjadi laju terlemah sejak Juni 2019.

Kemudian, Badan Pusat Statistik (BPS) beberapa minggu lalu mencatat konsumsi rumah tangga penduduk Ibu Pertiwi melambat dengan hanya tumbuh 5,01% YoY pada kuartal III-2019 dari sebelumnya tumbuh 5,17% YoY di kuartal II-2019. Ini menjadi laju terlemah sejak setahun lalu, tepatnya kuartal III-2018.

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.