Trio Pemimpin Islam ini Melawan Kampanye Islamophobia

TRIO PEMIMPIN ISLAM: Mahathir Mohamad (kiri), Recep Tayyip Erdogan (tengah) dan Imran Khan (kanan).




Islamabad, hajinews.id — Trio pemimpin negara mayoritas Muslim saat ini jadi sorotan dunia, khususnya kalangan Muslim sedunia. Ketiganya yakni PM Malaysia, Mahathir Mohamad; Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, dan PM Pakistan, Imran Khan. Pasalnya, ketiganya bertekad melawan kampanye Islamophobia yang kerap merugikan posisi Umat Islam dunia. Strategi yang digunakan adalah proyek peluncuran saluran televisi berbahasa Inggris untuk mempromosikan citra positif Islam.

Menurut Khan, saluran tersebut akan menyiarkan berbagai program yang bertujuan mengoreksi berita dan informasi keagamaan palsu yang kerap menyudutkan posisi Agama Islam maupun penganutnya, yakni Muslim. Pernyataan resmi tersebut dibuat oleh Imran Khan setelah bertemu Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan dengan Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad di sela-sela pertemuan PBB ke-74 di New York, September 2019 kemarin. “Presiden Erdogan, Perdana Menteri Mahathir, dan saya setuju bahwa negara kita akan memulai saluran khusus yang membahas masalah Islamofobia dan memberikan gambaran yang benar tentang agama besar kita – Islam,” melalui postingan twitter (@ImranKhanPTI).

Bacaan Lainnya


banner 400x400
Tweet Imran Khan (@ImranKhanPTI) September 25, 2019

Khan yang mantan atlet Kriket dan terpilih sebagai PM Pakistan pada tahun 2018 ini menambahkan. “Kesalahpahaman yang menyatukan orang-orang terhadap Muslim akan diperbaiki. Masalah penistaan ​​akan dikontekstualisasikan dengan benar. “Kemudian perlunya memproduksi seri dan film tentang sejarah Muslim untuk mendidik/menginformasikan orang-orang kita sendiri dan dunia. Muslim akan diberikan kehadiran media yang berdedikasi,” paparnya.

Mahathir Mohamad saat ini kembali memimpin Malaysia (pernah jadi Perdana Menteri pada tahun 1981 sampai 2003 dan menjadi PM dengan masa jabatan terlama.) Recep Tayyip Erdogan adalah Presiden Turki, dan Imran Khan merupakan PM Pakistan.

Jika jumlah umat Islam di tiga negara digabung, total mencapai sekitar 290,24 juta jiwa. Rinciannya: Jumlah Muslim di Pakistan sebanyak 195 juta orang, jumlah Muslim di Turki mencapai 76 juta orang, dan jumlah Muslim di Malaysia mencapai 19,24 juta. Aksi ketiga pemimpin tersebut bisa mempengaruhi citra positif Islam dan Muslim se-Dunia.

Gerakan Keberlanjutan

Perdana Menteri Pakistan menambahkan bahwa upaya bersama harus dilakukan untuk menghasilkan film atau drama serial dengan tujuan memperluas pendidikan, menyebarkan pelajaran dan mencerahkan sejarah Islam yang sebenarnya. Pihaknya juga ingin sinergi tersebut diperuntukkan untuk meningkatkan energi, meningkatkan upaya dan meningkatkan ketergantungan pada keterampilan, pengetahuan dan keahlian dalam membentuk narasi positif tentang Islam.

Isu Islamophobia lahir ketika mantan Presiden George W. Bush mendeklarasikan ‘war on terror’ sebagai imbas dari penyerangan terhadap Gedung Kembar The World Trade Center (WTC), New York tahun 2001. Narasi islamophobia kemudian dikampanyekan secara massif melalui jaringan media pro AS dan antek-anteknya sebagai justifikasi atas perang ilegal yang dilancarkan Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Afghanistan, Irak, Libya serta Suriah.

Kemudian mencuat kembali peristiwa berdarah di sebuah masjid di Christchurch, Selandia Baru. Cuplikan mengejutkan dari serangan itu direkam oleh penyerang, Brenton Tarrant, 28 tahun, yang disiarkan langsung di platform media sosial. Rekaman itu menunjukkan pandangan orang pertama tentang Australia dan Selandia Baru yang menembakkan puluhan jamaah saat pelaku teror menyerbu kedua masjid.

Kemudian, narasi Islamopobhia itu mencuat kencang selama lima tahun terakhir di Indonesia, ketika Jokowi menjadi Presiden (periode 2014-2019 dan berlanjut periode kedua). Peristiwa penyerangan atas Menkopolhukam Wiranto di Menes, Pandeglang, oleh Pemerintah langsung dikaitkan ke kelompok radikal ISIS. Padahal, semua dunia sudah mengetahui jika ISIS merupakan hasil kreasi operasi intelijen CIA di Timur Tengah. Tudingan Islamopobhia juga dikaitkan dengan tuduhan pemilikan Weapon of Mass Destruction oleh Presiden Irak Saddam Husein. Intinya, semuanya untuk menjadi casus belli bagi aksi militer pre emptive AS dan sekutunya, sekaligus pasar bagi penjualan senjata oleh industri militer AS.

Di saat ketiga pemimpin Muslim tersebut melawan Islamopobhia, sejumlah warganet di Indonesia bertanya, kenapa Pemimpin Indonesia tidak terlibat atau dilibatkan/melibatkan diri ? Wallahu’alam.

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.