Sebanyak 34 Warga Gaza Gugur dalam Serangan Udara Israel


banner 800x800

banner 400x400

Gaza, hajinews.id — Kekerasan terburuk terjadi antara Israel dan Gaza selama beberapa bulan terakhir. Kekerasan lintas batas antara Israel dan gerilyawan Gaza terus berlanjut, menyusul serangan udara Tel Aviv yang menewaskan seorang komandan Palestinian Islamic Jihad (PIJ), pada awal pekan ini. Setelah jeda satu malam, tembakan roket ke Israel dilanjutkan dan pesawat Negeri Bintang David itu melakukan serangan balasan ke Gaza pada Rabu, 13 November 2019.

Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas mengatakan, sebanyak 32 warga Palestina, termasuk anak-anak, telah tewas oleh serangan Israel, demikian seperti dilansir BBC, Kamis (14/11/2019). Kemudian, Jumat dini hari, 15 November 2019, dilaporkan bahwa jumlah warga Gaza Palestina yang wafat menjadi 34 orang dan 111 orang mengalami luka-luka.

Bacaan Lainnya

Di sisi lain, 63 orang di Israel harus dirawat karena cedera dan gejala stres akibat serangan balasan gerilyawan Gaza. Lebih dari 450 roket dan mortir ditembakkan ke Israel, dan beberapa gelombang serangan udara dilakukan di Gaza dalam dua hari kekerasan.

Seperti dilaporkan BBC, Israel melaporkan bahwa puluhan orang Palestina yang wafat adalah gerilyawan, termasuk mereka yang bersiap-siap meluncurkan roket. Dalam insiden paling mematikan, satu keluarga yang terdiri dari delapan orang wafat dalam serangan udara terhadap sebuah rumah di Deir al-Balah, di Gaza tengah, beberapa jam sebelum gencatan senjata diumumkan.

Sebaliknya, Warga Palestina mengatakan bahwa mereka yang wafat adalah warga sipil dari keluarga Abu Malhous. Tetapi militer Israel bersikeras bahwa kepala keluarga, Rasmi Abu Malhous, adalah komandan unit peluncur roket Palestinian Islamic Jihad (PIJ) atau Kelompok Jiha Islam Palestina.

Israel telah melancarkan serangan udara baru ke sasaran-sasaran militan setelah tembakan roket baru dari Gaza, ketika gencatan senjata sehari-hari diberlakukan. Media Palestina mengatakan rudal menghantam situs milik kelompok Jihad Islam Palestina (PIJ) dini hari Jumat (15/11/2019), melukai dua orang. Itu terjadi setelah lima roket ditembakkan ke Israel pada hari Kamis setelah deklarasi gencatan senjata oleh PIJ. Pertempuran berkobar setelah Israel membunuh seorang komandan PIJ pada hari Senin (11 November 2019). Israel mengatakan Baha Abu al-Ata adalah “bom berdetik” yang berada di belakang serangan yang sudah direncanakan dan bertanggung jawab atas tembakan roket baru-baru ini dari Gaza.

Israel Anggap PIJ Lebih Hebat daripada Hamas

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan pesawat menabrak kompleks PIJ semalam digunakan untuk membangun komponen rudal, serta markas besar kelompok itu di kota Khan Younis. Dikatakan, pertahanan udara Israel telah mencegat lima roket yang diluncurkan dari Gaza sejak gencatan senjata diumumkan, menyebut pelanggaran ini “sangat parah”. Keterangan media menyebutkan, Gerilyawan Gaza kemudian membalas dengan tembakan roket. Kemudian Israel merespons dengan serangan udara lebih lanjut
Kedua belah pihak telah memperingatkan mereka siap untuk membalas jika mereka diserang.

IDF mengatakan akan “terus beroperasi seperlunya” untuk melindungi warga sipil Israel. Sementara sayap militer PIJ mengatakan pejuangnya “masih memiliki jari pada pelatuk”. Tidak seperti biasanya. Israel tidak menargetkan fasilitas milik kelompok militan dominan di Gaza, Hamas, yang biasanya Israel pertanggungjawabkan atas serangan-serangan oleh militan mana pun di Gaza. Sejumlah pengamat mengatakan ini menunjukkan bahwa Israel memandang PIJ, yang dipandang sebagai saingan berat bagi Hamas, bertindak dalam kapasitas jahat dan tidak ingin mengambil risiko konflik yang lebih luas dengan menarik Hamas ke dalam pertempuran.* bbc

 


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.