Yahudi dan Nashara Tidak Berhak Diberi Ucapan Salam


banner 800x800

banner 400x400

Dalam hadits shahih riwayat Imam Muslim, dari Abu Hurairah RA mengatakan bahwa Nabi SAW bersabda :


“Janganlah kalian memulai ucapan salam kepada orang Yahudi dan jangan pula kepada orang Nashara, jika kalian bertemu mereka di jalan, maka desaklah hingga ke jalan yang paling sempit”

Bacaan Lainnya


Hadits ini memberi penjelasan bagi umat Islam, betapa tegasnya nabi kita Muhammad SAW dalam menempatkan KEKAFIRAN Yahudi dan Nashara. Beliau SAW tidak pernah menempatkan kaum Yahudi dan Nashara pada kedudukan yang terhormat. Jangankan menempatkan lebih mulia dari umat Islam, bahkan menyetarakanpun tidak pernah.

Nabi SAW justru menempatkan kaum Yahudi dan Nashara pada kedudukan yang sangat rendah karena kekafiran mereka. Baik kekafiran yang disebabkan pengingkaran mereka kepada kebenaran Alquran maupun pengingkaran mereka kepada kenabian Rasulullah Muhammad SAW.

Bukti kongkrit rendahnya martabat kaum Yahudi dan Nashara di mata Nabi Muhammad SAW, adalah Larangan bagi Umat Islam Mengucapkan Salam kepada kaum Yahudi dan Nashara, sebagaimana termaktub dalam hadits shahih di atas. 


Bagaimana pun, arti ucapan salam adalah doa keselamatan. Padahal tidak ada satu pun di dunia ini, orang yang mengingkari kebenaran Alquran dan kenabian Rasul Muhammad SAW, yang selamat dari ancaman siksa neraka, karena mereka adalah kaum kafir. 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ، وَلَا نَصْرَانِيٌّ، ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ، إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ
“Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini, baik Yahudi dan Nashrani, mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka.” (HR. Muslim no. 153)


Belum lagi perintah Nabi Muhammad SAW agar umat Islam tidak memberi kelonggaran jalan bagi kaum Yahudi dan Nashara tatkala berpapasan di suatu jalan, biarkanlah mereka terjepit dalam kehinaan di muka bumi, terlebih kesengsaraan di akherat nanti.

Maka, menjadi Salah Besar, jika ada seorang muslim yang mengucapkan salam maupun selamat kepada kaum Yahudi dan Nashara walau notabene agamanya berasal dari agama samawi, namun telah digolongkan sebagai kaum kafir oleh Al Quran maupun oleh Nabi Muhammad SAW, apalagi kepada kaum paganis penyembah berhala dari agama-agama non Islam lainnya. 


Larangan ucapan salam dan selamat ini, berlaku baik diutarakan saat berpapasan dengan kaum Yahudi dan Nashara serta kaum kafir lainnya, maupun pada saat hari-hari raya mereka.


Karena itu, umat Islam yang ingin menjaga kemurnian dan  keselamatan aqidahnya tidak akan berani melanggar hadits Nabi SAW tersebut di atas, dan tidak akan hadir dalam seluruh kegiatan yang diadakan oleh komunitas lintas agama, karena sangat bertentangan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.


Demikianlah yang semestinya sikap keagamaan bagi setiap muslim dan sudah seharusnya dijaga dan dilestarikan.


Adapun untuk urusan keduniaan semacam jual beli, maka umat Islam diperbolehkan untuk berinteraksi dengan orang-orang kafir. Namun alangkah zuhud dan wara’-nya jika umat Islam tetap menjaga kehati²an untuk lebih mengedepankan berniaga hanya dengan sesama muslim, agar perniagaannya senantiasa barakah.

Baarakallahu Lanaa wa Lakum


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.