Gubernur BI: Ekonomi Syariah Bisa Terwujud Jika Disertai Komitmen Masyarakat

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan kepada media terkait hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia di kantor Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (15/11/2018). Dalam keterangannya, Bank Indonesia pada 14-15 November 2018 memutuskan untuk menaikkan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 6,00%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,75%, dimana keputusan tersebut sebagai langkah lanjutan Bank Indonesia untuk memperkuat upaya menurunkan defisit transaksi berjalan ke dalam batas yang aman. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp.




Jakarta, hajinews.id—Bank Indonesia dan Komite Nasional Keuangan Syariah secara resmi membuka Indonesia Sharia Economic Festival 2019 (ISEF) untuk mendorong implementasi ekonomi dan keuangan di Indonesia yang berkelanjutan dan inklusif.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan, ISEF 2019 menjadi platform terbesar untuk mendorong ekonomi dan keuangan di Indonesia. Dia menyatakan, pertumbuhan ekonomi berbasis syariah di Indonesia hanya bisa terwujud jika disertai komitmen segenap elemen masyarakat menjadi pemain dalam industri dan keuangan syariah.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

“Kita lihat bagaimana perkembangan ekonomi sudah terus berkembang, perkembangan ekonomi pesantren, UMKM, mata rantai ekonomoi halal, dan perkembangan industri halal sudah semakin maju,” ujar Perry di Plenary Hall Jakarta Convention Center, Rabu (13/11/2019).

Dia menambahkan, dalam bidang keuangan syariah, pemerintah Indonesia juga telah menerbitkan sukuk global, yang mana sukuk Indonesia adalah yang terbesar di dunia. Selain itu, Bank Indonesia juga sudah menerbitkan sukuk BI yang perkembangannya menunjang keuangan syariah komersial. Demikian juga keuangan sosial berbentuk wakaf sebagai sumber ekonomi produktif ke depan.

Pada pilar lain adalah upaya pemerintah mengembangkan riset dan edukasi, sertifikasi halal, kurikulum ekonomi syariah, hingga kampanye halal lifestyle yang sudah berkembang.

Penyelenggaraan ISEF 2019 dimulai pada 12 November 2019 sampai 16 November 2019. Pada acara ini Bank Indonesia mengembangkan berbagai event. Perry menjamin ISEF 2019 juga tidak hanya pameran, workshop dan seminar internasional maupun nasional, karena ISEF 2019 juga menampilkan business matching. Tujuannya adalah mengundang semua pihak, bersama menggunakan ISEF sebagai platform bersama membentuk kolaborasi.

Sumber: Bisnis.com

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.