Daftar Tunggu Ibadah Haji Tembus 42 Tahun


banner 800x800

banner 400x400

Jakarta, hajinews.id—Animo umat Islam Indonesia untuk menunaikan ibadah haji sungguh luar biasa. Daftar tunggu (waiting list) di Kementerian Agama (Kemenag) bahkan tembus sampai 42 tahun. Daftar tunggu terlama itu ada di Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan.

Waiting list tertinggi itu di Soppeng, itu sudah 42 tahun. Jadi daftar umur 12 tahun, berangkatnya umur 54 tahun,” ujar anggota DPR-RI Ali Taher Parasong, beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

Ali Taher mengatakan, saat ini total daftar tunggu haji se-Indonesia mencapai sekitar 4.300.000. Karena itu, pihaknya terus mendorong adanya penambahan kuota haji untuk umat Islam Indonesia. ”Kita minta tambahan, kita dorong OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) membicarakan supaya Indonesia mendapatkan kuota 250.000,” tuturnya.

Selain ibadah haji, animo umat Islam Indonesia untuk melakukan ibadah umrah juga sangat besar. Menurut politikus senior PAN ini, dalam satu tahun rata-rata pelaksanaan umrah berlangsung selama 10 bulan. Dari jumlah itu, total masyarakat Indonesia yang menjalankan umrah setiap tahun mendekati 1.100.000.

”Setiap hari perjalanan umrah kita ke Mekkah mencapai 5.000-6.000 orang. Itu bagian dari opportunity bisnis yang luar biasa,” katanya.

Karena itu, menurutnya, wajar kalau bisnis umrah mendapatkan animo luar biasa dari perusahaan-perusahaan raksasa seperti Traveloka dan Tokopedia yang juga berniat menawarkan paket umrah.

Terkait hal ini, Komisi VIII DPR masih akan mendalami rencana pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk melibatkan Traveloka dan Tokopedia dalam menggarap bisnis umrah.

Sementara itu tahun 2020, kuota calon jamaah haji Sulawesi Selatan sebanyak 7.296 orang. Angka tersebut termasuk kuota tambahan.

Per Oktober 2019,daftar haji di Sulawesi Selatan mencapai 223.653 orang dengan masa tunggu paling lama 42 tahun.

Berikut grafis daftar tunggu haji kabupaten dan kotadi Sulsel:

1. Kota Makassar: 38.126 jamaah/masa tunggu 34 tahun

2. Kota Parepare: 4.290 jamaah/masa tunggu 36 tahun

3. Kabupaten Pinrang: 13.707 jamaah/masa tunggu 39 tahun

4. Kabupaten Gowa: 19.293 jamaah/masa tunggu 32 tahun

5. Kabupaten Wajo: 15.079 jamaah/masa tunggu 38 tahun

6. Kabupaten Bone: 24.473 jamaah/masa tunggu 33 tahun

7. Kabupaten Tana Toraja: 730 jamaah/masa tunggu 22 tahun

8. Kabupaten Maros: 10.282 jamaah/masa tunggu 33 tahun

9. Kabupaten Luwu: 4.815 Jamaah/masa tunggu 18 tahun

10. Kabupaten Sinjai: 5.124 jamaah/masa tunggu 22 tahun

11. Kabupaten Bulukumba: 12.052 jamaah/masa tunggu 30 tahun

12. Kabupaten Bantaeng: 7.607 jamaah/masa tunggu 42 tahun

13. Kabupaten Jeneponto: 11.667 jamaah/masa tunggu 34 tahun

14. Kabupaten Selayar: 2.513 jamaah/masa tunggu 22 tahun

15. Kabupaten Takalar: 7.661 jamaah/masa tunggu 30 tahun

16. Kabupaten Barru: 4.260 jamaah/masa tunggu 25 tahun

17. Kabupaten Sidrap: 10.130 jamaah/masa tunggu 40 tahun

18. Kabupaten Pangkep: 8.596 jamaah/masa tunggu 29 tahun

19. Kabupaten Soppeng: 8.322 jamaah/masa tunggu 34 tahun

20. Kabupaten Enrekang: 3.407 jamaah/masa tunggu 19 tahun

21. Kabupaten Luwu Utara: 4.818 jamaah/masa tunggu 21 tahun

22. Kota Palopo: 2.183 jamaah/masa tunggu 21 tahun 

23. Kabupaten Luwu Timur: 4. 000 jamaah/masa tunggu 26 tahun

24. Kabupaten Toraja Utara: 518 jamaah/masa tunggu 26 tahun


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.