Mutiara Pagi: Kemunafikan dan Kematian





Kehidupan di dunia hanyalah bagian kecil dari perjalanan panjang menuju keabadian
Dan Apabila dalam kehidupan dunia ini orang munafik menipu kaum mukmin, berarti dia menipu diri sendiri.

Karena perbuatan itu tampak jelas bagi diri mereka, perbuatan itu memberikan kematian pada diri, meminuminya dengan gelas kejahatan diri, dan dialah yang menjerumuskan diri pada kancah kebinasaannya.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Yang menjejali diri dengan gelas azab, dan yang menjerumuskannya kepada kemurkaan Allah dan kepedihan siksaNya yang tiada tara. 

Itulah tipuan munafik pada dirinya sendiri, padahal dia menduga telah berbuat baik kepada dirinya itu, sebagaimana firman Allah,
‘Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.” (QS.Al-Baqarah :9)

Marilah kita untuk mencoba menyadari tentang maut, sampai kita tahu bahwa sesungguhnya maut itu apa.
“Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa’: 78).

Sesungguhnya kematian itu sebagai suatu kepastian, oleh karenanya tiada satupun manusia di dunia ini yang mampu bertahan hidup di muka bumi, betapapun kekuatan dan kekuasaannya. Sebab, kematian merupakan sebuah keniscayaan bagi seluruh makhluk yang bernyawa.


Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Jumu’ah: 8).

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.