Indonesia Negara Korup Tapi Kenapa Fokus pada Radikalisme ?

Rely Harun. (Ist)




Jakarta, hajinews.id—Indonesia, negara korup. Tapi kenapa pemerintah justru fokus pada radikalisme? Ini persis seperti Orde Baru yang selalu mencari cara menutupi otoritarianisme.

Hal itu disampaikan pakar hukum Tata Negara, Refly Harun, dalam akun Twitter pribadinya yang diposting, Ahad (10/11).

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Era reformasi tidak berdampak banyak pada indeks persepsi korupsi Indonesia. Pasalnya, Setelah 21 tahun Indonesia menggulingkan Orde Baru, indeks persepsi korupsi masih pada skor 38.

Penilaian itu berdasarkan riset yang dilakukan oleh Transparency International Indonesia (TII). Adapun skor 0 menunjukkan sangat korup, sedangkan 100 bersih dari korupsi.

Bagi pakar hukum tata negera Refly Harun, fakta ini menunjukkan bahwa Indonesia masih merupakan negara yang korup. Namun di satu sisi, pemerintah justru mengalihkan fokus kebijakan pada pemberantasan radikalisme.

Seharusnya, ini yang harus diperangi. Kenapa fokus digeser ke tempat lain,” ujarnya dalam akun Twitter pribadi, Ahad (10/11).

Perang terhadap radikalisme, menurutnya, hanya sebatas kamuflase. “Persis seperti zaman Orba yang selalu mencari cara untuk menutupi otoritarisme,” ujar Refly Harun.

“Seperti zaman Orba yang kerap mencap ekstrem kiri untuk menutupi otoritarisme dan gurita korupsi,” tegasnya.

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.