Dana Desa Dipakai untuk Bayar Utang





Jakarta, hajinews.id—Belum usai pengungkapan kasus penyaluran dana desa ke desa siluman atau desa-desa tak berpenduduk, terungkap fakta baru penggunaan dana desa untuk membayar utang. Hal itu terjadi di Kabupaten Puncak Jaya, Papua.

Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda mengungkapkan sinyalemen itu, seusai ibadah gabungan pada Ahad (10/11). Dikutip dari keterangan resmi Humas Pemkab Puncak Jaya, Bupati menyampaikan teguran keras kepada kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), yaitu kepala distrik dan kepala kampung yang tidak becus mengelola dana kampung.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

“Ada indikasi permainan dan praktik pinjam-meminjam uang dengan bunga yang sangat tidak masuk akal, yang tercium oleh Bupati. Kepala Kampung secara sengaja meminjam uang dan barang ke pihak tertentu dan bahkan ke kios atau toko. Jadi saat dana (desa) cair diharuskan membayar bunga yang tinggi,” kata Yuni Wonda.

Menurutnya, setelah dana desa cair dari Bank Papua, uang yang turun tidak langsung disalurkan ke kampung untuk pembangunan. Tapi untuk untuk membayar berbagai utang.

Dia sangat menyesalkan kasus ini, apalagi alokasi dana desa yang disalurkan negara untuk kampung-kampung termasuk di Puncak Jaya, sangat besar. Dia menyatakan, tahapan perencanaan dan mekanisme penyaluran dana desa sudah betul, namun ada celah yang dimanfaatkan oleh oknum.

Bercermin dari kasus tersebut, Bupati akan meminta pemerintah pusat menyalurkan dana desa ke Puncak Jaya berupa barang, bukan uang.

Sumber: Kumparan.com

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.