Kau ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana


banner 800x800

banner 400x400

Petikan puisi balsem KH. Mustofa Bisri. Puisi ini terbit tahun 1987, sangat menarik, penuh kritik namun tetap jenaka. Meski dalam berbagai kasus narasinya berubah, tetapi tetap saja Mustofa Bisri beratanya: Kau ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana.

AKU HARUS BAGAIMANA? ?
| Oleh : Gus Mus

Bacaan Lainnya

Aku Pergi Tahlil,
Kau Bilang Amalan Jahil

Aku Sholawat Burdah,
Kau Bilang Aku Bid‘ah

Aku Harus Bagaimana?

Aku Bertawasul Dengan Baik
Kau Bilang Musyrik,

Aku Selalu Ber-Dzikir
Kau Bilang Aku Kafir

Lalu Aku Harus Bagaimana?

Aku Berusaha Taat Sholat
Kau Bilang Aku Sesat

Aku Mengadakan Maulid
Kau Haramkan Tanpa Dalil Valid

Lalu Aku Harus Bagaimana?

Aku Sering Pergi Berziarah
Kau Bilang Alap-alap Berkah

Aku Berdo’a Selamatan
Kau Bilang Pemuja Setan

Lalu Aku Harus Bagaimana?

Aku Yasinan
Kau Bilang Tidak Ada Manfaat

Aku Bertassawuf Sufi
Kau Suruh Aku Menjauhi

Lalu Aku Harus Bagaimana?

???

YA SUDAHLAH AKU IKUT KALIAN…

Kan Ku Pakai Celana Cingkrang
Agar Kalian Senang…

Kan Ku Panjangkan Jenggot
Agar Di Anggap Berbobot…

Kan Ku Hitamkan Jidat
Agar Di Kira Ahli Ijtihad

Ku Akan Sering Menghujat
Agar Terlihat Hebat

Ku Akan Sering Mencela
Agar Di Pandang Mulia

???

Ya Sudahlah…
Aku Pasrah Pada Tuhan Yang Ku Sembah..

[ GUS MUS ]

@Nahdliyin Online


https://www.instagram.com/p/B4fQdaagZD8/?igshid=1g9fozst0wxvl


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.